Kembali Ke Index Video


Nilai-Nilai Kebangsaan Mulai Luntur 'Audisi Lagu-lagu Pejuangan Banyak Yang Tak hafal Teks

Rabu, 27 Januari 2016 | 15:29 WIB
Dibaca: 2444
Nilai-Nilai Kebangsaan Mulai Luntur 'Audisi Lagu-lagu Pejuangan Banyak Yang Tak hafal Teks
PENGURUS FKPPI BICARA MEDIA ONLINE PASTVNEWS.COM, BERANGKAT dari rasa keprihatinan dan kekhawatiran degradasi  kebangsaan dan lunturnya nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda,  FKPPI sebagai salah satu ormas yang ada di lingkungan  TNI-POLRI merasa terpanggil untuk,meyelamatkan  generasi muda.Hal tersebut  diungkapkan,  Ketua Pelaksana Audisi Lagu-lagu Perjuangan /nasionalis  tingkat SD/SMP se-DIY Huseain DR saat jumpa pers.

Dikatakan, perlunya menanamkan  rasa  nasionalis dan  rasa  cinta tanah air lewat lagu-lagu  perjuangan  di kalangan siswa-siswa SD dan SMP.”

Sebagai ormas   FKPPI minimal memberikan pemupukan, memberi pemahaman rasa nasionalis lewat  lagu-lagu perjuangan, kita lihat  situasi saat ini di kalangan generasi muda terjadi  degradasi kebangsaan, sebagai itu mengangkat kegiatan untuk memberi pemahaman  dan lebih mengenalkan lagu  lagu perjuangan, “ ungkapnya.

Menurutnya, selama  berlangsungnya  audisi,  banyak  anak-anak siswa  yang tidak mengenal lagu-lagu perjuangan. Bahkan ketika  saat berlangsungnya  audisi yang dihadiri  kepala sekolah dan  siswa, ternyata  banyak  yang tidak  mengenal lagu-lagu perjuangan.

“Kalau siswanya saja  tidak mengenal lagu-lagu perjuangan lalu  siapa yang salah “ tandas Sapto. Yogya yang dikenal, sebagai  baromaternya Indonesia,  Yogya sebagaia kota budaya, perjuangan dan kota pendidikan  sebagaimana diungkapkan,  Husen,  menyatakan rasa prihatin. 

“Yogya baromaternya Indonesia, Yogya dikenal sebagai kota budaya, perjuangan  dan pendidikan, bahkan sebagai kota  masyarakat kecil  Indonesia (mini).

Ini salah satu  kota baromater, selain Jakarta kalau kota pendidikan dan budaya murid-muridnya saja tidak mengenal lagu-lagu perjuangan, lalu bagaimana dengan   daerah-daerah lain di Indonesia, ukuran nilai kebangasaan adalah Yogya,” ungkap  Husen. Sampai  saat ini  diikuti sebanyak 150  peserta, terdiri  SMP dan SD  50.

Untuk proses penyeleksian, terbagi  dalam  tiga  tahap dan   grandfinal. Pada tahap  pertama, peserta  lomba  akan disaring  menjadi  100  besra peserta  terbaik, dengan komposisi 50 besar peserta  SD/MI dan 50  besar  peserta  SMP.  100 peserta  terbaik dari SD.MI dan SMP  berhak  untuk mengikuti  audisi  tahap II. Pada   audisi  tahap II, peserta akan  disaring  menjadi  60 besar peserta  terbaik.

 

Dengan komposisi  30  besarpeserta  SD.MI  dan 30  besar  peserta  SMP.   60  besar  peserta  terbaik berhak  untuk mengkuti  audisi tahap III.Pada audisi tahap III ,peserta  akan  disaring  lagi menjadi  20 besar peserta terbaik (komposisi  10 besar peserta  SD/MI dan 10 besar peserta SMP).

Duapuluh besar peserta  terbaik SD/MI dan SMP berhak untuk mengikuti  Grandfinal  Ajang  Lomba  Menyanyi  tingkat SD/MI dan SMP se  DIY.

Dan berhak  mendapatkan  trophy Ketua  Umum FKPPI dan GKR Hemas. Dan uang pembinana besarnya  total   9 juta. Iksan/njar

                               




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi