Petani Katongan Panen Talas Asal Jepang
Rabu, 20 Juli 2016 | 23:17 WIBNglipar PASTVNEWS, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tengah mendampingi petani untuk membudidayakan tanaman talas asal Jepang dengan nama Talas Satoimo, kemudian di Indonesia diberi nama Talas safira. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) di Gunungkidul Supriyadi, beberapa waktu yang lalu, mengatakan tales asal Jepang itu sangat potensial ditanam diwilayah Gunung Kidul yang identik dengan kekeringan.
Talas satoimo adalah talas yang paling digemari oleh masyarakat Jepang, ternyata tidak asing lagi bagi masyarakat Gunungkidul, khususnya di Kecamatan Nglipar. Talas Safira atau talas jahe masyarakat Nglipar biasa menyebutnya, ternyata cukup banyak ditemukan di daerah tersebut. Namun masyarakat belum membudidayakan dan memanfaatkannya dengan baik.
Melihat potensi pasar yang menjanjikan, sehingga pendamping selain dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikurtua Kabupaten Gunungkidul juga Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta ikut melakukan pendampingan terhadap Kelompok Tani.
Kelompok Tani Sri Rejeki, dan Kelompok Wanita Tani Sari Bumi, Dusun Ngrandu, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu kelompok yang didampingi dari BPTP Yogyakarta.
Masyarakat wilayah tersebut belum tahu tata cara budidaya yang baik seperti tentang jarak tanam dan pengolahan pasca panen masih sangat sederhana.
Pada waktu itu masyarakat menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut, sehingga sekarang mereka sudah mulai memanen Talas Safira. Hasil tanaman petani sebelumnya hanya di rebus untuk konsumsi, sekarang sudah dijual ke pasaran dengan harga per kilonya cukup pantastis, sekitar Rp.25.000/Kg.
Sugeng Supriyanto (50) Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki, Rabu, 20/07/2016 mengungkapkan, kalau hasil panen Talas Safira tidak ada masalah dalam pemasaranya, bahkan belum dibawa kepasar sudah ada yang mengambil kerumah, intinya masalah pemasaran tidak ada kendala.
“yang mengambil dari berbagai instansi, ada yang dari UGM, LIPI untuk penelitian, bahkan dari tempat-tempat pariwisata juga memanfaatkan,” tuturnya.
Menurut priya yang belum lama ini mengikuti Lomba Wana Lestari tingkat Nasional ini menjelaskan, bahwa selain untuk konsumsi diet, Talas Safira bagus untuk pengobatan, seperti sakit lambung, asam urat, rematik, pegal-pegal dibadan dan lain-lain.
“Pokoknya Talas Safira ini bagus sekali untuk diet dan pengobatan, makannya dari Institusi Polri banyak yang mengambil disini untuk makanan diet,” tutupnya. WJN.

Video Terkait
- WARGA KATONGAN BERTEKAD IKUT LOMBA WANA LESTARI TINGKAT NASIONAL
- BERANI TANAM TEMBAKAU, BERANI RESIKO
- Kontingen “Kudho Wiromo” asal Berbah Terbaik dalam Festival Jathilan
- Pembangunan desa dengan anggaran Dana Desa




