Malu Dong Bulog Gunungkidul Disorakin ParaTengkulak !!
Selasa, 9 Mei 2017 | 19:51 WIBWonosari-media Pastvnews.com-warta hasil pertanian Program Kementan terkait penyerapan gabah yang tujuannya untuk mensetabilkan harga gabah, sehingga harga tidak dipermainkan oleh para tengkulak akhirnya hanya jadi bahan tertawaan tengkulak. Bagaimana tidak program yang disinyalir hanya akan menjatuhkan tengkulak, sekarang program itu akhirnya melempem yang akhirnya gabah dibeli oleh tengkulak lagi.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Gunungkidul program itu sudah macet total. Sehingga TNI, Dinas pertanian dan petugas lapangan termasuk kepala desa merasa dipermalukan oleh pihak Bulog.
“Saya sudah merayu rayu para petani supaya mau menjual gabahnya ke Bulog, setelah petani banyak yang mengumpulkan gabah ternyata bulog sudah tidak mau membeli, kita khan malu sama petani,” keluh Kepala Desa Kampung, Ngawen, Suparno.
Diungkapkan Suparna, dampak dari penghentian ini, petani kembali menjual gabah hasil panen kepada tengkulak. Penjualan gabah milik petani ke tengkulak tidak lepas kebutuhan petani yang mendesak selain itu stok yang dimiliki koperasi telah penuh sehingga tidak lagi menampung panen dari masyarakat.
“Sejak dilakukan sosialisasi di awal tahun lalu, koperasi Mudah Cerdas telah menampung 22 ton gabah milik petani. Dari jumlah itu, Bulog telah membeli sekitar sepuluh ton. Namun sejak akhir Maret, pembelian tersebut dihentikan hingga sekarang, tanpa ada kejelasan pasti apa penyebabnya,”ujarnya kesal.
Terpisah Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol. Inf. Taufik Hanif Yasin S.Sos melalui Bintara Tinggi (Bati ) Perlawanan Wilayah (Wanwil ) Bagian Upaya Khusus (Upsus), Serma Dedy Setiawan, membenarkan terkait penghentian pembelian gabah oleh bulog tersebut.
Dikatakanya, TNI termasuk Dinas Pertanian tidak bisa berbuat banyak karena semua itu kewenangan bulog.
“Kita dan dinas pertanian sifatnya hanya membantu dalam program penyerapan gabah, yang sudah diprogramkan dari Kementan berdasar instruksi Presiden Joko Widodo tetapi kewenangan bugetingnya ada di bulog,” tutur Dedy Setiawan.
Diakuinya sampai saat ini digudangnya(Kodim) masih ada sekitar 10 ton gabah yang belum diambil oleh bulog. Ya itu urusan bulog kita sudah bantu dari segi waktu, transportasi, sampai ke gudang penyimpanannya, tetapi sampai saat ini gabah masih belum diambil,” tutupnya.
Seperti dilangsir beberapa media, menurut Kementan, Amran Sulaiman, mengakui bahwa ada berbagai kendala dalam program penyerapan gabah, seperti penuhnya gudang-gudang Bulog tempat menyimpan gabah. Namun dia menyatakan langkah-langkah itu bisa diatasi dengan cara menyewa gudang-gudang milik pemerintah daerah atau pun swasta. Joko Narendro.

Video Terkait
- Mukernas Gapeksindo Rancang Usaha Untuk Lebih Handal Bersaing Tinggi
- Menghadapi Puasa Tahun 2017 dan Lebaran Koramil 04 Nglipar Rangkul Masyarakat





