Era globalisasi masyarakat di tuntut lebih siap menghadapi pelbagai ekonomi kultural dan politik
Jumat, 20 Februari 2015 | 15:33 WIBSewon media - PASTVNEWS.COM, seminar sehari dengan tajuk menarik di kampus terpadu UMY menghadirkan AR. Sahrudin yang mengupas INTERNATIONAL JOINT SEMINAR “RETHINKING GENDER IN THE MAKING OF ASEAN GOOD GOVERNANCE”SENIN, 16 FEBRUARI 2015 masih hangat sebagai bahan renungan.
Dalam seminar ini Indonesia memasuki era globalisasi, masyarakat di wilayah asean pun dituntut bersiap-siap menghadapinya dengan pelbagai strategi politik, ekonomi, dan kultural.”kata pembicara dalam seminar tersebut.,
Dengan pembentukan masyarakat di wilayah ASEAN dengan hadirnya Asean Economics Community (Masyarakat Ekonomi ASEAN). ASEAN harus dapat hadir dalam kancah internasional dan memberikan kebijakan yang tegas dalam mengantisipasi perkembangan yang demikian cepat dan tak dapat dihindarkan.
Terdapat banyak tantangan yang dihadapi oleh masyarakat ASEAN, selain bidang ekonomi dan politik dan budaya yang menyangkut secara khusus dihadapi oleh kaum perempuan dalam bentuk ketidakadilan gender.
Ketidakadilan gender yang identic dengan kaum perempuan mengharuskan masyarakat ASEAN meresepon secara strategis agar kaum perempuan yang sering menjadi korban ketidakadilan akhirnya beranjak maju dan berada pada posisi yang setara dengan kaum lelaki.
Ketidakadilan terhadap perempuan, yang mengakibatkan adanya ketidakadilan gender membutuhkan banyak perhatian dan respons positive dalam bidang politik, ekonomi maupun kultural yang sering berkelin dan dalam membelenggu kaum perempuan. Struktur politik, ekonomi dan budaya yang tidak adil menyebabkan kaum perempuan tidak dapat bergerak lebih jauh dari kaum lelaki.
Oleh karena itu perlu adanya affirmative action untuk menghadirkan perempuan dalam wilayah politik dengan dukungan kebijakan ekonomi dan pembentukan kultur yang adil gender.
Memperhatikan persoalan yang membelit kaum perempuan dalam bingkai ketidakadilan politik, ekonomi dan kultural, maka Program Pascasarjana, Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bekerjasama dengan Universirti Sains Malaysia (USM) bermaksud menyelenggarakan seminar internasional sehari dengan maksud membahas masalah-masalah yang terdapat dalam bingkai GENDER EQUALITY FOR WOMEN sehingga posisi perempuan benar-benar berdaya di masa mendatang.
Pembicara dalam seminar Internasional antara lain adalah Prof. Rashidah Shuaib, (USM), Nuraida Endut (Ph.D/USM), Dr. Azman Azwan Azmawati (USM), Dr. Nur Hafidzah Selamat (USM), Josephin Paloc dan Chintia Borrome-Correro (University of Philipine), serta pembicara dalam negeri seperti Prof.
Bernard Adeney Risakota (ICRS UGM), Dr. Ambar Widyaningrum (UGM), Rachmawati Husein, PH.D (UMY), Dr. Dyah Mutiarin (MIP UMY), Dr. Zuly Qodir (MIP UMY) dan Dr Retna Puspita (Unsoed Purwokerto) dll “tim redaksi”

Video Terkait
- Era globalisasi masyarakat di tuntut lebih siap menghadapi pelbagai ekonomi kultural dan politik
- Makanan geblek kulonprogo di kunyah jangan dengan gigi ompong kenapa ?
- Rayakan Imlek Tahun 2015 Warga Tionghoa Hikmat
- Bantul Segera Sahkan Perda Terkait UU Desa




