Kembali Ke Index Video


Dato Seri Paduka Raja Dr.Muhamad Rosli Che Wan Kagumi Budaya Yogya

Jumat, 8 Januari 2016 | 17:50 WIB
Dibaca: 4911
Dato Seri Paduka Raja Dr.Muhamad Rosli Che Wan Kagumi Budaya Yogya
Dato Seri Paduka Raja Dr.Muhamad Rosli Che Wan Kagumi Budaya Yogya

Jogjakarta-pastvnews.com,Prosesi jumenengan Paku Alam X bukan hanya menarik bagi masyarakat Yogyakarta namun juga Raja-Raja Nusantara bahkan raja dari Malaysia. Hal ini ditandai dengan kehadiran YM Dato’ Seri Paduka Raja Dr.Muhammad Rosli Che Wan.

Seusai jumenengan YM Dato’ Seri Paduka Raja Dr.Muhamad Rosli Che Wan mengatakan jumenengan merupakan peristiwa bersejarah yang harus dilestarikan serta dikembangkan. Apalagi perisitwa ini dapat dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Oleh karenaya tradisi ini harus tetap dipertahankan.

Saat bincang-bincang dan tanya jawab dengan wartawan PASTVNEWS.COM, Lebih jauh Dato’ menambahkan sebagai warisan budaya hal ini perlu dikembangkan terkait dengan nilai-nilai sejarah, budaya, tourism serta pariwisata. Dan menumbuh-kembangkan budaya ini hendaknya tidak hanya di Yogyakarta atau Jawa saja, akan tetapi seluruh nusantara agar nantinya kerajaan di Indonesia tidak hilang.

“Pada tahun 1970an Malaysaia belajar dari raja-raja di Indonesia. Dan hingga sekarang Malaysia banyak belajar tentang seni dan budaya di Indonesia. Kita selalu mengirimkan anak-anak Malaysia untuk belajar seni di sini, kita bekerja sama dengan ISI (Institute Seni Indonesia)” sambung Dato’

Ditambahkannya kraton sebagai pusat kesenian menjadikan tempat yang tepat untuk belajar budaya. Oleh sebab itu nilai-nilai sejarah, budaya dan tourism dikembangkan untuk dijadikan destinasi wisata yang dapat ditawarkan ke wisatawan.  

Dato’ Seri Paduka Raja Dr.Muhamad Rosli Che Wan juga mengakui kalau raja-raja di Malaysia merupakan raja-raja keturunan Melayu, ada yang berasal dari Minang Kabau, Bugis, Makasar dan daerah lain di Indonesia. Dan raja-raja di Malaysia tidak ada merupakan keturunan raja asli Malaysia.

Meski raja-raja Malaysia merupakan keturunan Melayu namun kedudukan raja di Malaysia lebih tinggi daripada pemerintah dan parlemen. Oleh karenana pemerintahan Malaysia di bawah Raja dan raja di Malaysia memiliki payung hukum sendiri sehingga raja kebal hukum.  jar/isn

 

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi