Kembali Ke Index Video


Kirab Budaya Tradisi Grebeg Apem Kampung Wisata Tahunan Meriah.

Senin, 7 Mei 2018 | 17:31 WIB
Dibaca: 1436
Kirab  Budaya  Tradisi Grebeg Apem Kampung Wisata Tahunan Meriah.
kirap apeman kota joga

Kota-jogja media online pastvnews.com, ratusan warga Kampung Wisata Tahunan,Kec.Umbulharjo,Yogya dan sekitarnya tumplek bleg memadati disepanjang  jalan yang dilalui  keluarnya peserta “Kirab Grebeg Apem  Tahunan

Dua buah  Gunungan Apem setinggi  4 meter berisi  susunan apem ludes diserbu warga sebelum doa  selesai, dalam sekejap  gunungan dirayah warga yang sudah sejak  siang  menunggu  di sepanjang jalan kampung.

Hadir  dalam acara tersebut  Camat Umbulharjo,  H Mardjuki,  Lurah Tahunan  Drs. Isharyanto,  Ketua  LPMK,  Wakil  Danramil dan Kapolsek Umbulharjo, berlangsung di lapangan publik,Tahunan Yogyakarta Minggu (6/5/2018).

Dua  buah gunungan  dan peserta kirab dilepas oleh  Camat Umbulharjo,  H. Mardjuki dengan  ditandai kibaran bendera start di lapangan Publik-  Jalan Soga, Bimosari, Gajah ke utara, jalan Kusumanegara ke barat, Jalan Soga,  Jalan Garuda ke timur dan  finis  di balai KampungTahunan.

Peserta  terdiri defile Bregodo Reog Panji Budoyo Mudho,  Asrama  Sambas, Boulduser Club, Hadrah,Jaran Kepang dimeriahkan   penampilan orkes Keroncong Kusumo Nada,Senam  Maumere,Batik Lung.Sedangkan malam hari di tampilkan Tari Bali,Lagu daerah Sambas, Musik Angklung dan diakhiri  pesta kembang api.

Tradisi apeman,sebagaimana diungkapkan, Ketua  Panitia Dwi Antono,berawal sekedar kumpul dan berkeinginan untuk melestarikan “nguri-uri” dan menghidupkan kembali  tradisi apeman”. Yang akhirnya mendapat respon dari seluruh warga,hingga tradisi gunungan apeman  yang kelima kalinya.

Seperti dikemukakan Panitia Kirab  Grebeg Apem, Tri Warsana Tjakrawarsita menyatakan perlunya penanaman nilai-nilai luhur bagi generasi muda, sehingga anak cucu dan generasi  muda tidak kehilangan tradisi “nguri-uri “ kabudayan.” Saya  sangat apresiasif terhadap penyelenggaraan , karena panitia kompak dan sama-sama menyenangi budaya Jawa “ ungkap Tri Warsana Tjakrawarsita.

Tradisi apem yang diselenggarakan setiap bulan Ruwah ( bulan arwah), sebagaimana diungkapkan, Dwi Antono berawal  dari ngomong-ngomong dan berkeinginan untuk menghidupkan tradisi yang sudah lama ada, dan dirintis para sesepuh untuk dibangkitkan kembali.

Ketika  itu para sesepuh dan orangtua sangat  antusias mengikuti pawai kirab grebeg apem yang semangatnya tak mau kalah dengan  anak-anak muda. “ kata  Dwi Antono. Isan Riyanto




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi