Kirab Budaya Tradisi Grebeg Apem Kampung Wisata Tahunan Meriah.
Senin, 7 Mei 2018 | 17:31 WIBKota-jogja media online pastvnews.com, ratusan warga Kampung Wisata Tahunan,Kec.Umbulharjo,Yogya dan sekitarnya tumplek bleg memadati disepanjang jalan yang dilalui keluarnya peserta “Kirab Grebeg Apem Tahunan
Dua buah Gunungan Apem setinggi 4 meter berisi susunan apem ludes diserbu warga sebelum doa selesai, dalam sekejap gunungan dirayah warga yang sudah sejak siang menunggu di sepanjang jalan kampung.
Hadir dalam acara tersebut Camat Umbulharjo, H Mardjuki, Lurah Tahunan Drs. Isharyanto, Ketua LPMK, Wakil Danramil dan Kapolsek Umbulharjo, berlangsung di lapangan publik,Tahunan Yogyakarta Minggu (6/5/2018).
Dua buah gunungan dan peserta kirab dilepas oleh Camat Umbulharjo, H. Mardjuki dengan ditandai kibaran bendera start di lapangan Publik- Jalan Soga, Bimosari, Gajah ke utara, jalan Kusumanegara ke barat, Jalan Soga, Jalan Garuda ke timur dan finis di balai KampungTahunan.
Peserta terdiri defile Bregodo Reog Panji Budoyo Mudho, Asrama Sambas, Boulduser Club, Hadrah,Jaran Kepang dimeriahkan penampilan orkes Keroncong Kusumo Nada,Senam Maumere,Batik Lung.Sedangkan malam hari di tampilkan Tari Bali,Lagu daerah Sambas, Musik Angklung dan diakhiri pesta kembang api.
Tradisi apeman,sebagaimana diungkapkan, Ketua Panitia Dwi Antono,berawal sekedar kumpul dan berkeinginan untuk melestarikan “nguri-uri” dan menghidupkan kembali tradisi apeman”. Yang akhirnya mendapat respon dari seluruh warga,hingga tradisi gunungan apeman yang kelima kalinya.
Seperti dikemukakan Panitia Kirab Grebeg Apem, Tri Warsana Tjakrawarsita menyatakan perlunya penanaman nilai-nilai luhur bagi generasi muda, sehingga anak cucu dan generasi muda tidak kehilangan tradisi “nguri-uri “ kabudayan.” Saya sangat apresiasif terhadap penyelenggaraan , karena panitia kompak dan sama-sama menyenangi budaya Jawa “ ungkap Tri Warsana Tjakrawarsita.
Tradisi apem yang diselenggarakan setiap bulan Ruwah ( bulan arwah), sebagaimana diungkapkan, Dwi Antono berawal dari ngomong-ngomong dan berkeinginan untuk menghidupkan tradisi yang sudah lama ada, dan dirintis para sesepuh untuk dibangkitkan kembali.
Ketika itu para sesepuh dan orangtua sangat antusias mengikuti pawai kirab grebeg apem yang semangatnya tak mau kalah dengan anak-anak muda. “ kata Dwi Antono. Isan Riyanto

Video Terkait
- Inilah kejuaraan lomba burung derkuku KGPAA Cup 2018
- Busana tarian tradisionil meriahkan lomba burung derkuku
- Mantan Calon Lurah Wukirsari Imogiri Di Laporkan Ke Polda DIY Dugaan Kasus Penipuan dan Penggelapan Uang 50.000.000




