Kembali Ke Index Video


DLIMAS CEPER KLATEN SEMULA ANGKER "DIBANGUN KERABAT KRATON MATARAM

Selasa, 10 November 2015 | 12:08 WIB
Dibaca: 5567
DLIMAS CEPER KLATEN SEMULA ANGKER "DIBANGUN KERABAT  KRATON MATARAM
tayub tanjangsari dlimas prosesi dlimas dan pelestarian budaya

KLATEN JAWA TENGAH MEDIA PASTVNEWS.COM, Desa  Dlimas,Kecamatan  Ceper,Klaten pada mulanya merupakan   hutan belantara tanpa penghuni,   Selain angker dan banyak  dihuni oleh mahkluk halus,tempat ini juga banyak ditumbuhi pohon liar dan binatang buas.

Itulah gambaran yang dilontarkan sesepuh  dusun Dlimas mbah Sarpin (98)  kepada wartawan pastvnews yang didampingi Haryanto, anaknya. Dikatakan namun demikian,  juga ada  buah yang enak dimakan.

Pohon    buahnya  berukuran  sedikit lebih kecil dari bola tenis.  Kulitnya berwarna  hijau kekuning-kuningan. Jika  sudah tua  dan matang  biji di dalamnya  berwarna  bening dan enak  dimakan.” paparnya.

Ketika  terjadi peperangan  padamasa  Keraton Mataram, ada seseorang kerabat  kraton bernama  Ki Dlimas sampai ke  hutan.

Ia  heran ketika melihat buah yang seperti itu, ternyata  isinya  enak dimakan. Terkesan  atas hal tersebut, maka buah itu kemudian  dinamai buah  delima.

Sebelum babat-babat alas, tidak lupa  Ki Dlimas  bertapa  untuk mendapatkan  keselamatan dan kelancaran  dalam membuka perkampungan.Dalam kondisi setengah  sadar dan setengah tertidur,Ki Dlimas di datangi  oleh dua putri cantik, yang  tidak lain  Rara  Tanjungsari dan kembarannnya , Rara Payung Gilap.  Dengan  putri Ki Dlimas dapat berdialog, ia ditanya mempunyai  keinginan  apa sampai melakukan  laku spiritual di hutan yang sangat  sepi.

Ki Dlimas bilang  akan membangun  perkampungan  rumah tinggal dan  dimohon  agar  dibantu  secara  batiniah demi tercapainya  keinginan .  Putri  tersebut  berjanji  akan membantu segala  keinginan Ki Dlimas, ia  berpesan  agar setelah perkampungan itu nanti jadi,  diberi nama  Dlimas.  Diwanti-wanti  juga  agar tanaman-tanaman yang ada  dan memberikan  manfaat  agar tidak  sembarangan ditebang.

Namun,  demikian  jika pohon delima itu mati, ia berpesan  agar  diganti  dengan   ditanami pohon  yang bisa  besar  dan buahnya  rindang.

Di pohon itu pula  Rara Tanjungsari akan bermukim , dan  menunggui  dusun Dlimas agar warganya senantiasa  selamat  dan tidak  mendapatkan   halangan  apapun.

Ki  Dlimas  kaget  ketika  terbangun dari  semedinya, ia seperti  tidak percaya  baru saja  dapat  berkomunikasi  dengan arwah Rara Tanjungsari. Sadar  dengan apa  yang  baru saja  dialaminya, Ki Dlimas pun kemudian  melaksanakan  semua  pesan Rara Tanjungsari.

Perkampungan  baru kemudian  diberi nama  Dusun Dlimas. Demikian juga  ketika  pohon  delima  itu mati, lantas digantikan dengan  tanaman  baru yang bisa  tumbuh  besar dan rindang.Sesuai   dengan nama   perempuan cantik yang dilihatnya dalam  bertapa,  pohon itu diberi  nama pohon  Tanjung.( isan)


Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi