DLIMAS CEPER KLATEN SEMULA ANGKER "DIBANGUN KERABAT KRATON MATARAM
Selasa, 10 November 2015 | 12:08 WIBKLATEN JAWA TENGAH MEDIA PASTVNEWS.COM, Desa Dlimas,Kecamatan Ceper,Klaten pada mulanya merupakan hutan belantara tanpa penghuni, Selain angker dan banyak dihuni oleh mahkluk halus,tempat ini juga banyak ditumbuhi pohon liar dan binatang buas.
Itulah gambaran yang dilontarkan sesepuh dusun Dlimas mbah Sarpin (98) kepada wartawan pastvnews yang didampingi Haryanto, anaknya. Dikatakan namun demikian, juga ada buah yang enak dimakan.
Pohon buahnya berukuran sedikit lebih kecil dari bola tenis. Kulitnya berwarna hijau kekuning-kuningan. Jika sudah tua dan matang biji di dalamnya berwarna bening dan enak dimakan.” paparnya.
Ketika terjadi peperangan padamasa Keraton Mataram, ada seseorang kerabat kraton bernama Ki Dlimas sampai ke hutan.
Ia heran ketika melihat buah yang seperti itu, ternyata isinya enak dimakan. Terkesan atas hal tersebut, maka buah itu kemudian dinamai buah delima.
Sebelum babat-babat alas, tidak lupa Ki Dlimas bertapa untuk mendapatkan keselamatan dan kelancaran dalam membuka perkampungan.Dalam kondisi setengah sadar dan setengah tertidur,Ki Dlimas di datangi oleh dua putri cantik, yang tidak lain Rara Tanjungsari dan kembarannnya , Rara Payung Gilap. Dengan putri Ki Dlimas dapat berdialog, ia ditanya mempunyai keinginan apa sampai melakukan laku spiritual di hutan yang sangat sepi.
Ki Dlimas bilang akan membangun perkampungan rumah tinggal dan dimohon agar dibantu secara batiniah demi tercapainya keinginan . Putri tersebut berjanji akan membantu segala keinginan Ki Dlimas, ia berpesan agar setelah perkampungan itu nanti jadi, diberi nama Dlimas. Diwanti-wanti juga agar tanaman-tanaman yang ada dan memberikan manfaat agar tidak sembarangan ditebang.
Namun, demikian jika pohon delima itu mati, ia berpesan agar diganti dengan ditanami pohon yang bisa besar dan buahnya rindang.
Di pohon itu pula Rara Tanjungsari akan bermukim , dan menunggui dusun Dlimas agar warganya senantiasa selamat dan tidak mendapatkan halangan apapun.
Ki Dlimas kaget ketika terbangun dari semedinya, ia seperti tidak percaya baru saja dapat berkomunikasi dengan arwah Rara Tanjungsari. Sadar dengan apa yang baru saja dialaminya, Ki Dlimas pun kemudian melaksanakan semua pesan Rara Tanjungsari.
Perkampungan baru kemudian diberi nama Dusun Dlimas. Demikian juga ketika pohon delima itu mati, lantas digantikan dengan tanaman baru yang bisa tumbuh besar dan rindang.Sesuai dengan nama perempuan cantik yang dilihatnya dalam bertapa, pohon itu diberi nama pohon Tanjung.( isan)

Video Terkait
- DLIMAS CEPER KLATEN SEMULA ANGKER "DIBANGUN KERABAT KRATON MATARAM
- Tiga Gunungan grebeg besaran ludes jadi rebutan masa di halaman masjid gede kauman
- Konggres Sungai 2015 Tak Transparan Journalis KJPL Desak Penegak Hukum Mengusut Tuntas
- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Titik Suharto Dorong Petani dan Ternak Mulungan Kulon Lebih Giat




