PT So Good Food Boyolali Ekspor Susu Ke Mynmar
Senin, 1 Mei 2017 | 23:25 WIBBoyolali media pastvnews.com Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seperti susu, selama ini Myanmar masih mengandalkan susu segar. Sehingga susu kemasan masih sulit ditemukan karena di Myanmar susu dalam kemasan, terutama susu siap minum belum dijualbelikan atau belum tersedia di sejumlah supermarket.
Melhat peluang pasar yang masih terbuka lebar PT So Good Food Indonesia melakukan ekspor perdana susu dalam kemasan ke Myanmar sebanyak 5.000 karton. Di mana di bulan –bulan berikutnya secara rutin PT So Good Food Indonesia akan melakukan susu dalam kemasan sebanyak 5.000 karton senilai 15.000 dolar amerika serikat.
Head of Manufacturing PT So Good Food Indonesia, Roy Heru Wibowo mengungkapkan dengan ekspor perdana ke Myanmar hal ini bisa menjadi pintu pembuka untuk melakukan ekspor ke negara-negara asia Tenggara. Sehingga pabrik susu yang berlokasi di Sudimoro Teras Boyolali ini ke depannya akan bisa menguasai pasar di Asia Tenggara.
Ditambahkannya, PT So Good Food Indonesia ini memiliki kemampuan produksi rata-rata 1,2 juta karton perbulan. oleh sebab itu adanya ekspor perdana ini dinilai masih kecil jika dibandingkan dengan pasar lokal.
”Kami berharap selain dapat mengekspor ke Myanmar nantinya kami juga akan merambah atau memperluas pasar Asia Tenggara. seperti Vietnam, Kamboja, Laos dan lainnya, dimana targer ekspoe kami sebanyak 20.000 karton” tegas Roy Heru.
Roy Heru Wibowo juga menjelaskan sebagai warga negara Indonesia terutama peternak sapi di Boyolali harus bangga karena bahan baku berupa susu segar dipenuhi oleh para peternak lokal. Dimana mereka dapat menyetor berkisar 30 – 40 ton pet hari atau sekitar 70 hingga 80 persen dari total kebutuhan.
Wakil Bupati Boyolali dalam sambutannya mengatakan bangga dengan adanya PT So Good Food Indonesia yang berlokasi di daerahnya. Dengan ekspor susu kemasan ini otomatis akan mengangkat nama Boyolali ke dunia Internasional.
”Dan yang lebih membanggakan saya adalah meski dengan kemajuan teknologi pengerjaan cukup cepat akan tetapi pihak manajemen tetap memperkerjakan warga Boyolali. Sehingga sebagian besar tenaga kerjanya orang sekitar pabrik” pungkasnya. anjar





