Proyek talut lancar masih di soal
Sabtu, 27 Agustus 2016 | 08:55 WIB
Semin, media warta digital Pastvnews.com) – Walaupun pelaksanaan penggunaan Dana Desa berjalan lancar, tetapi masih saja banyak dikeluhkan oleh para kepala desa. Hal ini kaitanya dengan regulasi aturan yang berubah-ubah, keluhan ini juga disampaikan Kepala Desa Kalitekuk, Semin, Gunungkidul, Waluya, Jum’at, 26/08/2016, siang.
Karena aturan yang tidak jelas, Rangcangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes) di Desanya otomatis ada yang dirubah karena tidak sesuai dengan aturan yang baru yaitu Perbup No.17 tahun 2016.
Namun demikian ia tetap mentaati apa yang sudah diinstruksikan di Perbup tersebut.
“Saya tetap berusaha mentaati apa yang sudah diinstruksikan di perbup,” katanya.
Dana Desa tahap pertama, lanjut dia, digunakan untuk pembangunan insprastruktur dan pemberdayaan. Total dana yang didapat sebesar Rp. 698.182.300,- tersebut digunakan untuk pembangunan cor rabat di Dusun Klampok, dengan panjang sekitar 300 meter dianggarkan dana Rp. 116 juta. Kemudian talut pasang, di Dusun Kali Alang sepanjang 300 meter dianggarkan Rp. 109 juta.
Yang lain pembangunan di Dusun Tambran Lor untuk membangun talut jalan dengan panjang 200meter, menghabiskan dana Rp.100juta lebih, kemudian perbaikan jembatan dan talut nilainya anggaranya masih menunggu anggaran perubahan, masih kata Waluyo.
Selebihnnya digunakan untuk pemberdayaan, seperti pelatihan-pelatihan. Seperti pelatihan perencanaan pembangunan, pelatihan keuangan desa, managemen pemerintahan desa, peningkatan kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pembinaan LPMD, pelatihan keluarga petani dan pelatihan keluarga perempuan kelompok ekonomi produktif serta pelatihan kelompok usaha mikro, semua menghabiskan dana Rp. 222 Juta lebih.
Kemudian untuk stimulan honor guru Paud sendiri memakan biaya Rp. 20.340.000,-dan kader kesehatan Rp. 27.600.000,-, tutupnya. W. Joko Narendro





