Peringati Hari Air Dunia 2018 : Sleman Komitmen Lindungi Sumber Daya Air
Minggu, 25 Maret 2018 | 09:09 WIBSleman-Media Pastvnews.com, Hari Air Dunia atau World Water Day yang jatuh 22 Maret, diperingati setiap tahun merupakan peringatan penting untuk kembali mengingatkan kita bersama akan pentingnya air bagi kehidupan, sekaligus mengetuk hati nurani untuk turut serta melindungi pengelolaan sumber daya air.
Dengan adanya kegiatan tersebut, dapat meningkatkan komitmen untuk menjaga sumber air agar tetap lestari, sehingga tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam peringatan Hari Air Dunia ke-XXVI tahun 2018, dengan tema: Solusi Air Berbasis Alam”,yang dihadiri Forkompinda dan masyarakat peduli air .Peringatan ditandai dengan penebaran benih ikan nilai merah sebanyak 5000 ekor (50 Kg), dan penanaman Pohon Gayam .
Penebaran dan penanaman pohon dilakukan oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo,Kepala BBWS Ir. Tri Bayu Adji,MA ,Kepala Dinas PUPKP Sleman Ir. Sapto Winarno,MT,Kepala Bappeda Sleman Drs.Kunto Riyadi,MPPM di Embong Tambakboyo, Condongcatur,Depok Sleman,Kamis (22/3/2018).
Menurutnya,dengan adanya kegiatan tersebut, dapat meningkatkan komitmen untuk menjaga sumber air agar tetap lestari, sehingga tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang.Lebih lanjut, disampaikan Bupati, secara geografis Sleman terletak di hulu yang menjadikan wilayah Sleman menjadi daerah resapan.
Secara umum kondisi tentu menggambarkan tingginya kuantitas air di Sleman. Namun jika berbicara dari sisi kualitas tentu kita masih dihadapkan pada berbagai tantangan.
Lebih lanjut, disampaikan Bupati, secara geografis Sleman terletak di hulu yang menjadikan wilayah Sleman menjadi daerah resapan.Secara umum kondisi tentu menggambarkan tingginya kuantitas air di Sleman. Namun jika berbicara dari sisi kualitas tentu kita masih dihadapkan pada berbagai tantangan.
Kondisi air secara umum di Sleman relative cukup. Jumlah mata air di Sleman yang sudah terindentifikasi sebanyak 200 buah dan bendung 878 buah. Pemkab Sleman senantiasa mengupayakan pengelolaan sumber daya air,pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air.Konservasi sumber daya air di Sleman dilakukan secara vegetative dan fisik, yakni dengan penanaman pohon untuk penghijauan serta pembuatan embung dan sumur resapan.
”Yang jelas pendaya gunaan sumber daya air di Sleman dilakukan dalam upaya memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat.Seperti untuk irigasi pertanian, perikanan,pariwisata dan dapat juga utuk pengembangan air minum pedesaan yang tentunya akan mendorong peningkatan.” imbuh Bupati.
Bupati berharap, momentum peringatan hari air tidak hanya sekedar ceremonial belaka, tapi dapat benar-benar dimanfaatkan untuk mengevaluasi sekaligus menyusun kembali langkah strategis dalam menjaga kuantitas maupun kualitas air.
Sedangkan,Kepala Dinas PUPK melaporkan, untuk menjaga air, untuk irigasi pertanian, maupun air sebagai kebutuhan hidup sebagai air minum.” Air harus kita jaga bersama agar anak cucu kelak tetap bisa menikmati air sebagai sumber kehidupan” ungkap Sapto.
Ditambahkan Sapto Winarno, ke depan jumlah Embung di Sleman akan diperbanyak lagi, namun bukan embung dari aliran sungai tetapi embong tadah hujan, agar air hujan tidak langsung mengalir terbuang sia-sia, dan dapat dimanfaatkan dalam waktu akan datang.
Pada kesempatan acara tersebut dideklarasikan masyarakat anti Hoax dari Sat Binmas Polres Sleman yang ditirukan oleh Bupati Sleman, Kepala SKPD dan seluruh peserta peringatan Hari Air Dunia ke –XXVI. njar/isan





