Kembali Ke Index Video


PENGHARGAAN SANGHYANG KAMAHAYANIKAN AWARD DISERAHKAN KEPADA PENYELAMAT BUDAYA, KARKONO KAMAJAYA DAN HALILINTAR LATIEF

Selasa, 11 Oktober 2016 | 11:04 WIB
Dibaca: 1214
PENGHARGAAN  SANGHYANG KAMAHAYANIKAN AWARD  DISERAHKAN KEPADA  PENYELAMAT BUDAYA, KARKONO KAMAJAYA DAN HALILINTAR LATIEF

Media pastvnews.com, BOROBUDUR Writers & Cultural Festival (BWCF) ke 5  berakhir  ditandai dengan pemberian penghargaan kepada  pengembang  dan pemerhati budaya, Halilintar  Latief dan  Karkono  Kamajaya (Alm), yang berlangsung di Pendopo Ambarrukmo.

 

Yogyakarta. Dalam sambutannya,  Yoke  Darmawan Direktur Acara  Samana  Foundation, menyatakan penghargaan ini  diberikan pada  tokoh perorangan atau kelompok yang telah berjasa  dan memiliki kontribusi  besar  dalam pengkajian  budaya  dan sejarah  Nusantara baik sejarawan,sastrawan, arkaelog, penulis buku berlatar belakang sejarah,dramawan, dalang,rohaniawan,filolog.

Dipilihnya  dua nama,  yakni   Halilintar  Larief dan Kartono Kamajaya (Alm). Hililintar  Latief di samping sebagai penulis,  ia juga dikenal sebagai  penyelamat upacara  tradisionil Bissu, di Sulawesi.Upacara yang  sudah hampir punah, ia bantu  agar bisa  hidup kembali.Bersama akitivis lainnya, melakukan dialog ,mengumpulkan  para  tetua adat untuk berdiskusi  bersama pemerintah dan  kaum agamawan agar  terjadi kesepahaman.Ia juga menyokong pemugaran rumah upacara.

 

Membangun kembali rumah upacara yang hampir punah.Ia juga sangat terlibat  dalam pemikiran pemikiran agar  kebudayaan Bissu  menjadi sumber kreativitas  berkesenian.Sedangkan, Karkono Kamajaya. selain ia   tekun  mempelajari  karya-karya  pujangga  Jawa, teribat  dalam pendirian berbagai lembaga kebudayaan Jawa.Pada  tahun  1973-1982, untuk pertama  kali membuat  alih aksara Serat  Centhini dari huruf  Jawa kedalam huruf  latin.Tahun 1950,Karkono memperkenalkan Serat  Centhini kepada msyarakat luas, terutama  kepada  mereka yang  belum banyak  menganal  baik huruf  aksara Jawa. Memang  banyak orang yang mengenalkan  Serat Centhini, namun rupanya hanya  Karkana Kamajaya yang dapat melakukan secara lengkap,  lewat penerbitan miliknya,   Yayasan Centhini menerbitkan  Serat Centhini. Baru tahun 1992.

 

karkono behasil menerbitkan  secara lengkap  sampai 12 jilid. Dari alih aksara Jawa,Serat  Centhini  dikenal  masyarakat luas, sehingga mempermudah para pengkaji  serta peneliti  untuk menelaah karya besar dalam  khasanah  sastra  Jawa. Isan/Lanjar

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi