Pelaksanaan Adat Cuci Kampung Terlaksana "Tegakkan budaya membuang sial atau tolak bala"
Sabtu, 9 Januari 2016 | 10:23 WIBJambi—Pastvnews.com, Atas tertangkapnya oknum satpam Irwan Panwaslu Kota Jambi yang berbuat asusila bersama pacarnya, Sinta di Kantor sekretariat oleh pemuda Rt 26 Kelurahan Payo lebar menghendaki hukum adat cuci kampung akan dilaksanakan habis sholat Magrib.
Ketua Rt 26, M. Syafii, Ketua Panwaslu Kota, Fahrul Rozi bersama dengan anggotanya, Ketua Pemuda lingkungan Rt 26, serta tetangga dari Ketua Rt 25 sudah berkumpul di kantor Sekretariat Panwaslu menunggu kedatangan dari keluarga pelaku dari pihak satpam pelaksanaan hukum adat cuci kampung.
"Sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat Jumat (08/01) malam sabtu digelar hukum adat cuci kampung untuk menolak bala atau kesialan dalam lingkungan warga Rt 26 kelurahan Payo lebar,"ujarnya.
Hukum adat cuci kampung ini merupakan suatu budaya yang harus diterapkan bagi warga yang melanggar akibat perbuatannya bagi suatu warga atau lingkungan membuang sial atau tolak bala.
"Hampir pelaksanaan cuci kampung ini, tidak terlaksana dikarenakan pelaku enggan datang bersama keluarganya ke warga Rt 26 payo lebar, berbagai alasan tidak masuk akal tetap enggan datang,"jelas Syafii Ketua Rt 26.
Pelaku satpam mengutus 2 (dua) orang yang bukan dari keluarganya untuk menjembatani, dan pihak warga menolak 2 orang utusan.
Atas inisiatif Ketua Panwaslu, Fahrul Rozi menelepon pelaku untuk segera datang sendiri dalam menyelesaikan perkara cuci kampung.
"Dari keterangan 2 orang utusan pelaku, bahwa bapaknya sedang sakit, ibunya juga sakit mendengar atas perbuatannya, abang kandung harus mendatangi nenek dari pelaku meninggal dunia, pelaku enggan datang merasa takut akan dipukul massa lagi,"terang syafii.
Dengan kedatangan pelaku Irwan berbuat mesum tanpa di dampingi keluarganya menemui Warga RT 26 Kel Payo lebar pelaksanaan cuci kampung.
Keterangan Irwan bersama 2 orang utusan yang bukan dari keluarganya, meminta maaf serta bersedia melaksanakan cuci kampung dengan memberikan makan bagi semua warga dan mengadakan doa menolak sial. Inro. t





