Para Perangkat Desa Bicarakan Sampah TPA Piyungan 'TPA Perlu Solusi Jangan Terus Menjadi Masalah
Senin, 1 April 2019 | 22:28 WIBBantul - Media online Pastvnews.com - Lintas Daerah Lingkungan Hidup - Problematika tentang keberadaan sampah di Tempat Pembuangan Ahir (TPA)
Sitimulyo Piyungan yang lokasinya juga berdekatan dengan perbatasan Pleret dan Banguntapan Bantul DIY, harus segera diatasi dan ada solusi terbaiknya, karena dinilai telah mengganggu lingkungan hidup dan menimbulkan polisi udara.
Hal itu diungkapkan oleh Lurah Segoroyoso Miyadiyana, Lurah Bawuran Harmawan, Kasi Pemerintahan Sitimulyo Sutiya dan Lurah Jambidan Indrianta ST MT, ketika diminta tanggapannya tentang keberadaan sampah di TPA Piyungan, kepada awak media Pastvnews, Senin (1/4).
Miyadiyana berpendapat, saat inipun sampah itu sudah menjadi masalah cukup serius terkait dengan sering kali menimbulkan bau tidak sedap dan volusi bahkan sengatan bau busuk bisa sampai hingga ke Segoroyoso.
Menghilangkan bau itu tidak cukup hanya dengan spontan. Memperbaikan ( membangket ) dan lokasi TPA perlu. Akan tetapi diharapkan sampah nantinya segera bisa diolah jadi barang jadi oleh pihak tertentu, misalkan Pemerintah ataupun investor", kata Miyadiyana.
Sementara itu Harmawan, menyatakan, pihaknya beberapa waktu lalu telah dipanggil dan berdialog di Pemerintah DIY terkait dengan kemelut permasalahan sampah itu.
Jika hanya dikelola dengan cara ditumpuk dan dibakar seperti yang telah dilakukan selama ini, maka diyakini nantinya kau juga masih menimbulkan masalah.
Ya menurut hemat kami sampah di TPA Piyungan diharapkan segera bisa teratasi dengan cara yang jelas. Misalkan diolah dijadikan barang jadi yang sekiranya bermanfaat bahkan bisa laku terjual. Ini bisa dilakukan oleh Pemerintah bersama investor," ungkap Harmawan.
Sedangkan Sutiya mengaskan, dalam pengelolaan sampah itu harus ada alih tehnologi. Siap tidak siap, sebaiknya sampah yang ada dipilah pilah.
Yang organik bisa untuk pupuk. Yang sampah non organis dioleh menjadi barang jadi, misalnya untuk bahan bangunan.
Sementara Indrianta menyatakan dengan truk truk pngangkut sampah sering jelas menimbulkan masalah polusi lingkungan sekitar.
Dalam pengangkutan saja sering sampah sampah yang ada banyak yang bececeran di jalan dan sering menimbulkan bau. Maka diperlukan adanya satgas atau semacam petugas yang mengambil sampah yang tercecer.
Sampah yang jatuh di jalan, juga menimbulkan bau busuk, mengotori jalan dan menimbulkan polusi udara paparnya. ‘pardi






