Hindari Sanksi, Desa Kemejing, Semin Tepat bayar PBB
Selasa, 30 Agustus 2016 | 02:21 WIBSemin - media warta digital Pastvnews.com, Pembangunan tidak dapat digerakan tanpa adanya dukungan dana terutama yang berasal dari dalam negeri sehingga pada sektor ini penerimaan dalam negeri sangat diperlukan.
Pemerintah berupaya setiap tahunnya penerimaan dalam negeri terutama dari pajak terus meningkat. Demikian penting pajak bagi negara, maka pemungutannya didasarkan pada ketentuan Undang-Undang Dasar 1945.
Bumi dan bangunan memberikan keuntungan dan kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik bagi orang atau badan yang mempunyai hak atasnya atau memperoleh manfaat dari padanya, oleh karena itu wajar apabila mereka diwajibkan memberikan sebagian dari manfaat atau kenikmatan yang diperolehnya kepada negara melalui pajak, yaitu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Penerapan Sanksi administrasi merupakan salah satu hal penting dalam proses pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, karena dengan pemberian sanksi tersebut maka masyarakat akan lebih tepat waktu dalam melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.
Maka dalam hal ini aparat pemerintah juga diharapkan dalam penerapan sanksi tersebut harus dilakukan kepada siapa saja warga masyarakat yang tidak tepat waktu dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, karena dengan demikian masyarakat akan lebih taat dan memperhatikan hal tersebut karena sanksi tersebut dikenakan kepada semua warga masyarakat.
Oleh karena itu untuk menghindari sanksi tersebut, pemerintah Desa Kemejing, Semin, Gunungkidul, berusaha tepat dalam melakukan pembayaran pajak, dalam hal ini Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Untuk tahun ini dari seluruh desa di Gunungkidul, Desa Kemejing nomer satu dalam hal pembayaran PBB, sehingga dimungkinkan akan mendapatkan hadiah atau semacam reword dari pemerintah Gunungkidul karena ketepatan dalam membayar pajak.
Hal ini diungkapkan Kepala Desa Kemejing, Lamin Miharja, Senin, 29/08/2016 siang.
Lebih lanjut Lamin mengungkapkan, mulai dari tahun 2008 sampai sekarang, desanya selalu mendapatkan prestasi.
”tahun kemarin kita nomer 2 kalah sama Desa Ngoro-oro Patuk, tetapi untuk tahun ini kita bisa meraih nomer satu, mudah-mudahan dapat hadiah lagi, karena untuk tahun kemarin saja kita bisa mendapatkan Rp.9jt, nggak tahu untuk tahun ini,”imbuhnya.
Yang jelas kerja keras perangkat desa termasuk para dukuh dari tahun 2008 yang selalu mensosialisasikan kepada masyarakat sudah membuahkan hasil.
Dilihat dari antusiasme warga masyarakat untuk memenuhi kewajibannya untuk membayar pajak, pungkas Lamin Miharja. W. Joko Narendro.





