Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Bantul Resmikan Desa Wisata Pucung Rejo
Senin, 2 November 2015 | 06:44 WIBBantul-pastvnews.com, Satu lagi destinasi wisata dihadirkan di Bantul. Hal ini ditandai dengan diresmikannya Desa Wisata Pucung Rejo oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul, dalam hal ini diwakili Kepala Seksi Kemitraan Usaha, Chatarina Issri Putranti Hendrajanti dalam sambutannya mengatakan saat ini sudah ada 36 Desa Wisata di Bantul, dengan menawarkan keunggulannya masing-masing. Seperti desa Wisata budaya, kuliner dan utamanya desa wisata yang menawarkan panorama alam.
Lebih jauh Putranti menyatakan apresiasinya dengan hadirnya Desa Wisata Pucung Rejo. Dengan dibukanya desa wisata Pucung Rejo hal ini akan dapat melengkapi desa wisata-desa wisata yang terlebih dulu berdiri. Oleh karenanya diharapkan semua desa wisata dapat bersinergi guna memberikan suguhan yang terbaik bagi wisatawan.
“Ke depan antar desa wisata diharapkan dapat bekerja sama atau membuat paket wisata bersama. Untuk wisata alam, kerajinan dan budaya bisa di Pucung Rejo dan kuliner bisa di desa wisata Santan” imbuhnya.
Putranti juga mengingatkan perlunya kelembagaan yang dikelola secara profesional. Karena karena kelembagaan merupakan kunci untuk mengembangkan desa wisata. Dengan ada kelembagaan yang baik keberadaan desa wisata dapat terus dikelola dengan baik dan terus berkembang. Jangan sampai ketika desa wisata sudah berdiri akan tetapi tidak berkembang bahkan harus mati.
Sebagai Desa Wisata yang masih baru, Pucung Rejo tak hanya menawarkan keindahan panorama alam. Akan tetapi Pucung Rejo juga akan memanjakan wisatawan melalui berbagai suguhan yang tidak kalah menarik dengan destinasi yang sudah ada.
Di sini, pengunjung dapat menikmati wisata seni budaya,kuliner maupun wisata kerajinan, tatah sungging juga pembuatan wayang, baik wayang kulit serta wayang kayu, hingga wisata sejarah.
Karena Pucung merupakan salah satu tempat, di mana mantan Presiden Soeharto, antara tahun 1946-1956 an pernah mengungsi di desa ini. Dan dari Pucung juga Soeharto menyusun strategi perang melawan Belanda. Jendral Soeharto saat itu tinggal di salah satu rumah milik warga yang bernama mbah Wongso.
Di samping wisata alam dan sejarah, bagi hobbis burung, pengunjung dapat menemukan aneka burung yang bisa dijadikan ‘klagenan’. Oleh karenanya dengan berwisata di Pucung Rejo, pengunjung benar-benar dapat merasakan kepuasan.
Dan yang paling menarik dari Pucung Rejo adalah keindahan alam Pucung yang dikelilingi perbukitan menjadikan Pucung lokasi yang tepat untuk bertualang. Apalagi di saat musim hujan, perbukitan yang hijau terasa sejuk dengan terhias air terjun yang membelah perbukitan sehingga sangat cocok untuk bersantai bersama keluarga.
PENGURUS DESA WISATA BAGIKAN PIAGAM
Meriahnya acara launching desa wisata pucung rejo di buktikan dengan pemberian piagam kepada warga setempat terutama bagi warga tanahnya di relakan unnuk akses jalan dan pertanian.
Para pemilik tanah sebelum peresmian antusias kerja bakti membuat jalur wisata selama 25 hari. Yang menarik akses jalan sepanjang 2 km tersebut di relakan tidak meminta ganti rugi di buktikan surat pernytaan bermetari cukup.
Pementasan Wayang Kulit
Menandai diresmikan Desa Wisata Pucung Rejo, pada malam harinya, dimeriahkan dengan pementasan wayang kulit dengan dalang cilik Ki Danar Suhono, yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP.
Sedangkan di siang harinya, menjelang dan sesudah peresmian Ki Dalang Danar Suhono kembali menghibur tamu dengan pementasan wayang kulit dengan lakon, Kongso Adu Jago. anjar





