Program Lintas Sektor, Membuat KUA Nglipar Juara II Tingkat Nasional
Senin, 5 September 2016 | 10:10 WIBNglipar- media Pastvnews.com-Selain Sugeng dari Dusun Ngrandu, Katongan, Nglipar yang dapat undangan ke Istana Negara ternyata Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nglipar pun di undang kesana karena prestasinya.
Tanggal 17 Agustus 2016 yang lalu, diwakili Kepala KUA Kecamatan Nglipar, Mutohar, S.Ag. MA, melenggang ke Istana Negara untuk menerima penghargaan atas prestasi yang sudah bisa diraih ditingkat Nasional.
Mutohar, Jum’at,02/09/2016 siang, menerangkan bahwa KUA Kecamatan Nglipar bisa meraih juara 2 dalam rangka lomba tingkat Nasional KUA mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk meraih itu tidaklah mudah, ada beberapa tahapan yang harus dilewati, dari tahapan verifikasi lapangan dari pusat, masalah pelayanan kepada masyarakat sampai tes performent Kepala KUA, bebernya.
Dalam penilaian tersebut, masih kata Mutohar, secara keseluruhan, dari pelayanan masyarakat, administrasi kantor itu 70% dan performent Kepala KUA 30%. KUA Kecamatan Nglipar bisa meraih juara II, bisa menyisihkan 31 propinsi dari 33 propinsi di Indonesia.
Program unggulan KUA Kecamatan Nglipar adalah program-program lintas sektoral, masih kata Mutohar. Seperti kursus calon manten (Suscaten) terpadu, penanggulangan nikah dini, penyuluhan kenakalan remaja, penyuluhan perceraian dan home industry.
Untuk Suscaten terpadu bekerja sama dengan puskesmas, penanggulangan nikah dini bekerja sama dengan Badan Penasehatan dan Penanggulangan Perceraian (BP4), untuk penanggulangan kenakalan remaja mengajak muspika, khususnya dengan Polsek dan Koramil selain itu, KUA Kecamatan Nglipar juga menggandeng kelompok-kelompok home industry.
“kita bekerja sama juga dengan kelompok home industry yang ada di wilayah Kecamatan Nglipar, kaitanya dengan calon manten, supaya calon manten itu mengenal dengan dunia usaha. Kalau disini ada beberapa kelompok home industry, siapa tahu berminat untuk mengembangkan usaha di wilayah sendiri,”jelasnya.
Tidak sampai disitu saja, KUA Kecamatan Nglipar juga berusaha mengembangkan inovasi program, seperti penyuluhan menjadi keluarga sakinah. Tidak hanya sekedar memberikan penyuluhan tetapi bagaimana secara ekonomi bisa meningkat, bagi anggota keluarga sakinah atau yang mengikuti program Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS). Pengarahan dari pusat, keluarga yang kurang mampu diberikan suntikan dana ekonomi yang berkerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas ) tingkat kabupaten.
“Selain mendapatkan penyuluhan keagamaan juga bisa mendapatkan suplay secara ekonomi,”imbuh bapak yang pandai membaca kitab kuning ini.
Dan yang menjadi pertimbangan penilaian dari pusat KUA Kecamatan Nglipar mempunyai program pelayanan yang sudah ber-ISO 9001 tahun 2008 dan itu tidak dimiliki oleh KUA yang lain, tutupnya. W. Joko Narendro.





