Kembali Ke Index Video


Prosesi sekaten telur abang, kinang,pecut dan nasi gurih ada dalam tradisi Sekaten.

Minggu, 26 November 2017 | 10:50 WIB
Dibaca: 338
Prosesi sekaten  telur abang, kinang,pecut dan nasi gurih ada dalam tradisi  Sekaten.
GAMENA PUSAKA KRATON JOGJA DI TABUH

Kraton- media pastvnews.com, tradisi Sekaten yang diselenggarakan  di bekas  dinasti Mataram,  Surakarta Hadiningrat dan Yogyakarta  Hadiningrat, tidak bisa lepas dari penyebaran agama Islam  di tanah Jawa.

Pada masa  Kerajaan Demak, abad 15 para wali  strategi untuk menyebarkan agama Islam dengan membuatkan gamelan dan tembang yang menjadi kesukaan masyarakat Jawa.

Pada  masa  Sultan Agung upacara  Sekaten  mengalami  perkembangam  seiring dengan  strategi  budaya  Sultan Agung.

Dua perangkat gamelan, yang diberi nama Kanjeng Kyai Guntur Madu Kanjeng Kyai Nagawilaga.Sekaten di Yogyakarta dan Surakarta,  meneruskan  tradisi Sultan Agung dengan mengedepankan  nilai-nilai ke Islaman.

Hal tersebut dikemukakan, KRT Jatiningrat. “ Ada lima jenis Gerebeg Sekaten dan ini mengingatkan  rukun Islam. Sekaten  yang berasal dari  kata Syadatain bukan pengertian yang lain.Dan  Sekaten ditandai dengan dikeluarkan  dua perangkat gamelan  Kanjeng Kyai Guntur Madu dan Kanjeng Kyai  Nagawilaga dari  Ponconiti, Kraton menuju ke Masjid Besar Kauman untuk  ditabuh di Pagongan  Utara dan selatan secara bergantian, kecuali hari Jumat, ditabuh kembali seusai  sholat Jumat urainya.

 Banyaknya penjual nasi gurih,telur  abang, kinang dan pecut yang  melengkapi tradisi  yang sudah  ratusan tahun.Mengunyah sirih (nginang)  mempunyai makna, ketika mengunyah   bibir akan berwarna merah. 

Menginang,  ketika  Sekaten,  dapat berarti  harus berani mengataan  hal hal yang benar. Yang haq, yaitu menucapkan kalimat Syahadat, memeluk agama  Islam sebagai  agama  suci. Nasi gurih,  konon  jenis nasi ini makanan khas Arab ini disenangi Nabi Muhammad, SAW   agar makanan  terasa  gurih ketika dimasak dengan   menggunakan  minyak Samin,  Jamaah haji  dari Jawa,  pada  jaman dulu  meniru kebiasaan  ini, dengan  menanak  nasi dicampur  dengan  minyak  Samin,  sehingga terasa gurih.

Ketika pulang haji,  di  Jawa, tidak  ada  minyak    Samin, satu-satu jalan menanak nasi dengan camuran  sntan kelapa. Dari hal itu dapat dipetik  pelajaran  bahwa  teladan  utama /panutan umat Islam  adalah Nabi Muhammad SAW.

Endhog abang(telur  merah)biasa telur bebek, namun dalam perkembangan ini menggunakan telur ayam yang diberi warna merah,yang mempunyai makna warna kulit  telur merah melambangkan  nafsu  amarah. 

 Ketika  kulit  dikupas  akan tampak warna  putih dan kuning, melambangkan sufiah dan mutmainah.

Maka setelah menghadiri  Sekaten dengan mengucapkan kalimat  Syahadat, harus dapat  mengesampingkan  nafsu amarah menuju kesucian. Pecut,  atau cemeti melambangkan membangkitkan semangat  hewan ternak sapi atau  kerbau yang dipergunakan untuk membajak sawah.

Pecut  dilecutkan bersamaan dengan tembakan salvo, penghormatan keluarnya  gunungan dari Keraton. Isan Riyanto




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi