Prosesi sekaten telur abang, kinang,pecut dan nasi gurih ada dalam tradisi Sekaten.
Minggu, 26 November 2017 | 10:50 WIBKraton- media pastvnews.com, tradisi Sekaten yang diselenggarakan di bekas dinasti Mataram, Surakarta Hadiningrat dan Yogyakarta Hadiningrat, tidak bisa lepas dari penyebaran agama Islam di tanah Jawa.
Pada masa Kerajaan Demak, abad 15 para wali strategi untuk menyebarkan agama Islam dengan membuatkan gamelan dan tembang yang menjadi kesukaan masyarakat Jawa.
Pada masa Sultan Agung upacara Sekaten mengalami perkembangam seiring dengan strategi budaya Sultan Agung.
Dua perangkat gamelan, yang diberi nama Kanjeng Kyai Guntur Madu Kanjeng Kyai Nagawilaga.Sekaten di Yogyakarta dan Surakarta, meneruskan tradisi Sultan Agung dengan mengedepankan nilai-nilai ke Islaman.
Hal tersebut dikemukakan, KRT Jatiningrat. “ Ada lima jenis Gerebeg Sekaten dan ini mengingatkan rukun Islam. Sekaten yang berasal dari kata Syadatain bukan pengertian yang lain.Dan Sekaten ditandai dengan dikeluarkan dua perangkat gamelan Kanjeng Kyai Guntur Madu dan Kanjeng Kyai Nagawilaga dari Ponconiti, Kraton menuju ke Masjid Besar Kauman untuk ditabuh di Pagongan Utara dan selatan secara bergantian, kecuali hari Jumat, ditabuh kembali seusai sholat Jumat urainya.
Banyaknya penjual nasi gurih,telur abang, kinang dan pecut yang melengkapi tradisi yang sudah ratusan tahun.Mengunyah sirih (nginang) mempunyai makna, ketika mengunyah bibir akan berwarna merah.
Menginang, ketika Sekaten, dapat berarti harus berani mengataan hal hal yang benar. Yang haq, yaitu menucapkan kalimat Syahadat, memeluk agama Islam sebagai agama suci. Nasi gurih, konon jenis nasi ini makanan khas Arab ini disenangi Nabi Muhammad, SAW agar makanan terasa gurih ketika dimasak dengan menggunakan minyak Samin, Jamaah haji dari Jawa, pada jaman dulu meniru kebiasaan ini, dengan menanak nasi dicampur dengan minyak Samin, sehingga terasa gurih.
Ketika pulang haji, di Jawa, tidak ada minyak Samin, satu-satu jalan menanak nasi dengan camuran sntan kelapa. Dari hal itu dapat dipetik pelajaran bahwa teladan utama /panutan umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW.
Endhog abang(telur merah)biasa telur bebek, namun dalam perkembangan ini menggunakan telur ayam yang diberi warna merah,yang mempunyai makna warna kulit telur merah melambangkan nafsu amarah.
Ketika kulit dikupas akan tampak warna putih dan kuning, melambangkan sufiah dan mutmainah.
Maka setelah menghadiri Sekaten dengan mengucapkan kalimat Syahadat, harus dapat mengesampingkan nafsu amarah menuju kesucian. Pecut, atau cemeti melambangkan membangkitkan semangat hewan ternak sapi atau kerbau yang dipergunakan untuk membajak sawah.
Pecut dilecutkan bersamaan dengan tembakan salvo, penghormatan keluarnya gunungan dari Keraton. Isan Riyanto






