MEMAKNAI KARYA GODOD SUTEJO ‘JANGAN SALAHKAN ALAM KALAU MURKA
Rabu, 2 November 2016 | 20:16 WIBMEDIA WARTA DIGITAL PASTVNEWS, LUKISAN yang baik,bagus dan bermutu, bersumber dari pikiran jernih,kejujuran dari nurani.Alam dan segala isi yang ada di sekitarnya, merupakan guru terbaik dan bijaksana, merupakan obyek yang tak habis-habisnya memberikan inspirasi bagi seniman.
Alam dan manusia saling membutuhkan saling bersinergi agar tercipta kehidupan yang damai, harmonis. Demikian diungkapkan, Godod Sutejo,seniman kenamaan.
Menurutnya, karena keserakahan,dan tingkah polah manusia yang kelewat batas. Menjadikan segalanya bisa berubah dan yang menjadi korban alam.
Alam yang diharapkan dapat memberi ketenangan, kedamaian dan kesejukan menjadi rusak. Wajar jika kemudian alam menjadi murka.Eksplorasi kekayaan alam semakin semena-mena,tak terkendali dengan dalih untuk sarana dan prasarana, agar manusia hidup lebih layak.

KARYA LUKISAN APIK
Jangan salahkan alam jika terjadi bencana banjir,tanah longsor dan musibah lainnya yang bakal menyusul.Jelas keadaan seperti ini tak boleh dibiarkan,harus ada solusi penyadaran dari generasi,” Himbau si Pelukis Alam Sepi.
Dari sejumlah seniman, barangkali hanya Godod Sutejo yang lebih dekat dengan alam, bersahabat dengan alam, alam seolah memberi warna tersendiri dalam perjalanan karierya sebagai seniman.
Bahkan untuk memburu imajinasi, ia tidak segan-segan berkelana dengan membawa serta peralatan lukis ke bukit terjal,gunung,pantai atau ke tengah sawah.
Wajar jika kemudian Godod Sutejo, akrab dangan alam. Hanya saja, Godod tidak melukiskan apa yang terlihat dipermukaan, tetapi menjelajah jauh lewat imajinasi. Datang, melihat, merenung dan meresapi suasana sekitarnya. Lalu diolahnya dengan mata batin. Semua hasil rekaman inderanya, pergulatan itu baru diekspresikan ke kanvas,yang hasilnya akan bertolak belakang dari apa yang terlihat.
Untuk memberi warna karya lukisnya yang menghasilkan lukisan-lukisannya yang menyejukkan jiwa, ia tidak segan-segan meluangkan waktu melakukan perjalanan diberbagai tempat, seperti Baduy Dalam, Suku Naga, Tasikmalaya,Gunung Tengger,Bromo dsb,telah banyak meberikan banyak energy dan sirit untuk menghasilkan lukisan-lukisan yang menyejukkan jiwa.
Godod, dalam menuangkan ide dalam kanvas, tidak menonjolkan pada figur manusia menjadi obyek utama, tetapi ada yang lebih difokuskan,yakni menggiring imajinasi ke wilayah misteri.
Diakui, mungkin ini agak sulit bagi yang tidak memahami pola ungkap Godod, saat memasuki wilayah maha luas dengan figur-figur teramat kecil dalam sebidang kanvas . Bagi apresian, ditantang untuk mencari makna(pesan) apa yang tersirat sekaligus memberikan getar jiwa, sebagai media penyadaran.
Lukisan Godod tidak sekedar memindahkan sesuatu yang terlihat lewat pemandangan, tetapi lebih mengacu ke arah sesuatu yang tidak bisa dilihat, melainkan harus dirasakan.
Oleh karena itu, banyak apresian yang keliru dan terjebak pada persepsi yang salah saat menafsirkan lukisan-lukisan Godod.Kalau kita lebih jauh berpikir secara jernih, arti mensikapi karya Godod secara positif akan banyak ceritera yang terekam.
Akan mengerti, mengapa lebih banyak ruang hampa dalam sebidang kanvas.Kekosongan tersebut, sebenarnya lebih bermakna dan mempunyai kekuatan luar biasa.Kosong dalam makna karya Godod berarti ada isinya.
Untuk mengetahui isinya, apresian harus mengosongkan pikiran yang berkaitan dengan obyek nyata.Letak, daya pukau karya Godod, justru pada kekuatan magisnya, pada suasana sunyi penuh dengan perenungan,kontemplasi.
Seperti berada di alam bawah sadar, jika dikaitkan dengan misteri ada benarnya lukisan Godod Sutejo, tidak lagi berbicara hubungan antara manusia dengan manusia(hablum minannas). Tetapi sudah berbicara hubungan manusia dengan Maha Pencipta alam semesta.(hablum minallah) juk/isan





