Wadowh Perdagangan satwa ilegal secara internasional peringkat 3 setelah narkoba & humen trafiking
Kamis, 13 Desember 2018 | 11:01 WIBMagelang –media pastvnews.com, Warta lintas hobis Rabu 12 Desember 2018 Komunitas pecinta satwa yang tergabung dalam organisasi Paguyuban Pecinta Satwa Hias Mataram (PPSHM) temu pengurus di rumah Bambang di Salaman Magelang Jawa Tengah.
Agenda kumpul untuk arisan serta berlanjut sarasehan ini di gelar sebagai lanjutan seperti sebelumnya dimana 1 bulan sekali kumpul.
Setelah panitia Bapak budi asal sleman menyampaikan sambutan yang intinya Paguyuban sebagai wadah pecinta satwa khususnya di lingkaum mataram DIY Jateng, meski wilayah tak terbatas .
BKSDA Jateng dari Semarang Bapak Suip, saat di mintai penjelasan terkait perdangan satwa, Dia menjelasakan, Secara internasional perdagangan satwa ilegal Internasional menduduk peringkat ke tiga setelah narkoba dan yumen trafiking perdgangan kehidupan liar termasuk Satwa.
Tentu soal bisnisnya akan ada kajian atau penelitian, akan tetapi jika untuk harga burung sepasang jalak bali membuktikan penangkaran menambah kesejahteraan warga pelaku usaha.
Ketersediaan era penangkaran harus di seriusi karena ada penurunan serta ketersediaan dialam memiliki trend, sedang jenis jenis import tak ada salahnya bisa di budidayakan agar dapat mengurangi satwa –satwa import ‘kata bapak Soib dari balai BKSDA Jateng.
Saat ini eranya breeding harus di seriusi agar penangkaran tidak berburu di alam dan mengurangi ketergantungan satwa import dari luar negri.
Balai KSDA dalam hal ini hanya mermbantu terkaiat surat surat namun nilai besar kecilnya komoditi kami belum punya data secara kongkrit, kemudian mekanisme pasar di tergantung pasar, kami tak memiliki data terkait besar kecilnya perdangan satwa. ‘paparnya. Nur/ym






