Pemimpin 2 Kraton Jadi Pendekar Sejati Kenakan Sabuk Merah
Sabtu, 4 Juni 2016 | 21:40 WIBpastvnews.com, Bangsal Srimanganti Kraton Yogyakarta yang biasa lenggang, sore itu ratusan pendekar silat Perisai Diri tampak memutih mewarnai pendopo untuk menyaksikan pelantikan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X serta Marsda Ras Rendra Bowo Sukmono menjadi Pendekar Silat Peresai Diri.
Udara yang sejuk di sore hari dilengkapi keheningan suasana kraton Yogyakarta menjadikan pelantikan KGPAA Paku Alam X dan Marsda Ras Rendra Bowo Sukmono tampak berjalan hikmat. Ratusan pasang mata menjadi saksi pengukuhan tersebut yang ditandai dengan penyematan sabuk pendekar secara langsung oleh Raja Ngayoyakarta tersebut kepada ke dua pendekar.

SRI SULTAN KENKAN SABUK MERAH PERISAI DIRI
Pelantikan KGPAA Paku Alam X sebagai pendekar silat Perisai Diri bukan semata-mata memberi penghargaan akan tetapi hal ini sebagai wujud nyata Perisai Diri dalam memberikan penghargaan atas jasa Pura Pakulaman dalam mengembangkan Silat Perisai Diri. Karena dari Pura Pakualamanlah Silat Perisai Diri berkembang.
Sementara untuk Marsda Ras Rendra Bowo Sukmono dikarenakan salah satu petinggi angkatan udara (AU) ini dari masa kecilnya hingga menjadi tentara selalu belajar silat Perisai Diri. Oleh karena tidak salah jika Marsda Ras rendra Bowo Sukmono diangkat menjadi Pendekar.
Sri Sultan HB X dalam sambutan mengatakan silat Perisai Diri awalnya diajarkan dan dikembangkan di Pura Pakulamanan. Sehingga dengan pelantikan KGPAA Paku Alam X ini seolah Perisai Diri kembali ke rohnya. Oleh karena itu diharapkan KGPAA Paku Alam nantinya dapat memberikan kontribusi terhadap keberadan Silat Perisai Diri.
Sebelum memberikan penghargaan pendekar kepada KGPAA Paku Alam X dan Marsda Ras Rendra Bowo Sukmono, Perisai Diri jauh-juah hari juga telah memberikan gelar pendekar kepada Sri Sultan Hemengku Buwono X.
Selain memberikan gelar pendekar kepada KGPAA Paku Alam X serta Marsda Ras Rendra Bowo Sukmono, di pagi hari ribuan calon pendekar Perisai Diri mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) di halaman SMPN I Yogyakarta. Anjar





