Kembali Ke Index Video


Mega konzer campursari Wonosari 90 jam non stop masuk rekor muri

Senin, 23 Mei 2016 | 20:51 WIB
Dibaca: 2699
Mega konzer campursari Wonosari 90 jam non stop masuk rekor muri
cak dikin di wonosari gunungkidul meriahkan konzer musik

Wonosari-pastvnews.com, megakonser seniman campursari dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Gunungkidul yang ke 185  dan sekaligus mengenang Sang Maestro campursari yang lahir dari bumi Gunungkidul, Mantous. Kehadiran puluhan grup campursari mampu menarik perhatian warga masyarakat Gunungkidul.

Acara resmi mega konser campursari itu dibuka pada Sabtu (21/05/2016), pagelaran ini begitu semarak, puluhan ribu warga masyarakat untuk menyaksikan konser campursari ini.  Megakonser ini seakan menghipnotis para penonton  warga masyarakat Gunungkidul  yang saat ini memang haus hiburan dalam skala besar.

Di balik sukses acara ini, ada satu orang yang sangat berperan dalam menggagas hingga merealisasikannya. Dialah seniman kondang Cak Dikin. Cak Dikin lah yang mempunyai ide dan gagasan awal pagelaran megakonser sekaligus pemecahan rekor MURI pentas campursari ini.

Pemecah rekor MURI pentas Campursari sudah 3 kali diselenggarakan, kata Cak Dikin, ketika ditemuai media Pastvnews.com disela-sela kesibukannya mengadakan mega konser ini. Tahun 2007 diadakan di Kabupaten Karanganyar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Karanganyar, dipecahkan selama 33jam, 33menit, 33 detik, cerita Cak Dikin.

Yang ke 2 dipecahkan oleh POLDA Jawa tengah, yang diadakan di Polresta Solo dalam rangka hari bayangkara ke-66, dengan mengambil waktu 66 jam.  Kemudian dipecahkan lagi oleh KODAM IV Diponegoro dalam rangka hari TNI dipusatkan di Makorem 074 Solo, dengan memecahkan rekor 74 Jam, masih kata Cak Dikin.

Dan saat ini mudah-mudahan bisa terpecahkan dengan 90 jam dalam rangka hari jadi Gunungkidul sekaligus mengenang sang maestro campursari Gunungkidul, alm Manthous, harap Cak Dikin. Acara ini melibatkan berbagai elemen seniman 47 group campursari yang ada di Indonsia, melibatkan 500 penyanyi dan 700 pemusik, ungkapnya.

 Tak hanya itu, Cak Dikin jugalah yang menjadi pengumpul dana dari para donator sehingga acara yang menghabiskan dana ratusan juta rupiah ini bisa terselenggara secara mandiri.

“Ya kita mencari kesana-kemari secara mandiri, karena tidak dianggarkan di APBD,  ada banyak sekali teman-teman  seniman  berperan sangat besar, saya hanya memberikan ide awal saja,” ujar Cak Dikin ketika ditemui Pastvnews  Minggu, (22/05/2016).

Ide awal penyelenggaraan acara ini menurut Cak Dikin adalah upaya mengembalikan kejayaan campursari ke daerah cikal bakalnya yaitu Gunungkidul. Jangan sampai nanti kita dianggap kacang akan lupa kulitnya, paparnya.

Sebagai aliran musik yang sudah me-nasional, tak bisa dipungkiri campursari merupakan gagasan dari sang maestro musik campursari, Manthous yang merupakan seniman asli Gunungkidul, dan alm.

Manthorus sudah ikut mewarnai khasanah budaya dunia, tidak hanya di Indonesia,  karena campursari diluar negeri pun ada, . makanya sang maestro campursari masih menjadi pioneernya para seniman campursari, pungkasnya.

 Pentas musik campursari secara resmi mulai digelar pada Sabtu (21/05/2016) malam  di Alun-Alun Gunungkidul.

Rencananya, konser yang melibatkan 47 grup musik campursari papan atas tersebut akan digelar hingga Rabu (25/05/2016) mendatang sekaligus untuk menggenapi pagelaran 90 jam non stop dan memecahkan rekor MURI.'Wjn

 

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi