Kembali Ke Index Video


ISIS Mengancam Pemuda-Pemuda Indonesia

Minggu, 3 April 2016 | 12:45 WIB
Dibaca: 1681
ISIS Mengancam Pemuda-Pemuda Indonesia
FORUM DISKUSI TENTANG ISIS

Media online pastvnews.com, Saat ini diperkirakan ada sekitar 1000-2000 warga Negara Indonesis (WNI) yang bergabung dengan gerakan radikalisme ISIS. Di mana sebagian besar mereka, yang direkrut menjadi anggota ISIS  merupakan anak-anak muda, baik sudah mapan maupun mereka yang mereka termarginalkan.

Hal ini diungkapkan Prof Noorhaidi Hasan dalam seminar yang mengambil tema Melawan Gerakan dan Ideologi ISIS di Indonesia, yang diadakan oleh  Lembaga Kajian Konflik dan Perdamaian (LKKP) Yogyakarta di Grand Quality Hotel, sembari menambahkan anak-anak muda yang merasa dirinya termarginalkan kondisi psikologis mudah untuk dipengaruhi sehingga dengan gampangnya tertarik dan bergerakan dengan gerakan yang beraliran radikalisme.

PEMBICARA DALAM SEMINAR

 

Lebih jauh Noorhaidi mengatakan ISIS merupakan kelompok Jihadist Sunni di Timur Tengah yang memproklamasikan statusnya sendiri sebagai sebuah kekhalifahan yang meliputi seluruh kawasan dunia muslim.

Dan ISIS sendiri bisa dibilang merupakan lanjutan dari gerakan yang dipimpim Osama Bin Laden, Al Qaeda. “ISIS bukanlah gerakan baru, akan tetapi ISIS datang sebagai kelanjutan Al Qaeda” ujarnya.

ISIS yang didirikan oleh Abu Bakr al Baghdadi, sambungnya, telah memutuskan hibungan dengan Al Qaeda sejak Februari 2014 ini telah dinyatakan oeh banyak negara sebagai organisasi teroris yang berbahaya.

Serangkaian serangan dan pengeboman-pengeboman di berbagai sasaran, sipil, dan militer, termasuk melakukan bom bunuh diri telah mengancam ketenangan masyarakat di seluruh dunia.

“Untungnya sejauh ini dua organisasi besar Islam di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, memainkan dua peran yang signifikan dalam menbentengi dari ancaman radikalisme serta terorisme.

Kedua peran tersebut, yakni di tingkat internal organisasi yang bersangkutan berupaya menanamkan pemahaman agama yang lebih toleran,moderat, inklusif dan nasionalistik di kalangan anggotanya. Serta di level ekternal, mereka berupaya menciptakan citra yang lebih baik tentang Islam sebagai bagian dari strategi menempatkan umat Islam sebagai pemecah masalah baik di tingkat nasional maupun internasional” sebut Noorhaidi.

Sementara itu Dr Syafiq Hasyim untuk mencegah dan menanggulangi gerakan ISIS mengatakan ISIS tidak akan berkembang jika tidak ada penerimaan dari kelompok-kelompok lokal. Selain itu upaya menolak terorisme yakni dengan operasianalisasi Islam Rahmatal Lil Alamin dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk menolak paham terorisme serta memperkaya khazanah atas perbandingan paham.

“Syafiq menambahkan ISIS bukan satu-satunya organisasi teroris di dunia, namun ada organisasi lain yang kadang terlupakan, yakni gerakan yang dipimpin Abu Sayyaf di Filipina Selatan, yang baru-baru ini menyandera 15 WNI dengan meminta tebusan belasan miliar rupiah” ujarnya. anjar




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi