Kembali Ke Index Video


Hari Anti Korupsi Sedunia Momen Penting Untuk Introspeksi

Jumat, 9 Desember 2016 | 10:06 WIB
Dibaca: 1677
Hari Anti Korupsi Sedunia Momen Penting Untuk Introspeksi
DOK FOTO ILUSTRASI MENGEJAR MANGSA

Wonosari, (Pastvnews.com) -Peringatan bersama hari anti korupsi sedunia yang jatuh pada tanggal 09 Desember 2016 ini, merupakan momen yang sangat penting untuk saling kerjasama dan membangun sinergi antar instansi sehingga secara bersama-sama merapatkan barisan dan introspeksi.

Kejadian OTT yang belum lama ini kita dengar, merupakan cambuk buat semua untuk mawas diri dan istrospeksi, sehingga kejadian berualang tidak akan terjadi.

Kabupaten Gunungkidul dalam menyikapi hari anti korupsi Dunia ini ada beberapa agenda dibeberapa instasi pemerintah, tidak  terkecuali Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wonosari dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Kedua instansi yang merupakan bagian dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia ini melakukan kerjasama berkomitmen untuk tidak akan menerima gratifikasi dan melakukan korupsi.

Salah satu bentuk komitmen tidak akan menerima gratifikasi dan antikorupsi dalam menjalankan tugasnnya, kedua instansi ini melakukan penandatanganan oleh masing-masing kepala yang mewakili jajaran kedua kantor tersebut, yang disaksikan oleh Wakil Bupati Gunungkidul, dr. Drs Immawan Wahyudi, MM.

Komitmen bersama ini dalam rangka untuk melaksanakan program pengendalian gratifikasi guna mendukung supaya pemberantasan tidak pidana korupsi. Penandatanganan tersebut selain disaksikan oleh wakil bupati juga  disaksikan Kepala Dinas Pendapatan pengelolaan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Gunungkidul, Kepala Bank BPD DIY Cabang Wonosari dan para kepala satuan unit kerja lain serta seluruh pegawai.

Hal tersebut dimaksudkan agar para stake holder sebagai mitra mengetahui dan mendorong serta membantu mewujudkan nilai-nilai budaya organisasi di lingkungan Kemenkue RI.

Bahwa seluruh pengawai di lingkungan KPP Pratama Wonosari dan KPPN Wonosari memiliki intetritas tinggi dan bekerja secara professional dengan salah satunya tidak pernah menerima gratifikasi dan melakukan tidak pidana korupsi.

Kepala KPP Pratama Wonosari, Taufiq, SE, M.T, dalam membacakan sambutan Menkue RI, menyatakan dikecewakan oleh 2 kejadian operasi tangkap tangan (OTT),yaitu Subdit direktorat jendral pajak pajak di Jakarta dan aparat bea cukai Semarang yang ditangkap pihak aparat kepolisian beberapa waktu yang lalu.

kita semua yang menjalankan tugas dan amanat  menjaga integritas, kejujuran dan professional merasa kekecewaan yang mendalam, karena sudah menghianati nilai-nilai integritas yang sudah dibangun,”kata Taufiq dalam membacakan sambutan Menkue tersebut, Jum’at, 09/12/2016.

Kekecewaan ini, lanjut Taufiq harus disalurkan dengan bekerja lebih baik lagi untuk mendapatkan prestasi yang lebih tinggi, kita akan bersama-sama membersihkan di kementrian keuangan dari oknum-oknum yang mencoreng nama baik dan institusi. Sehingga Kementrian Keuangan menjadi institusi yang bersih, professional, kopeten dan bermartabat.

Berdiri tegar menatap dengan percaya diri bahwa kita akan membangun Kemenkue yang selama ini membagakan bagi rakyat dan Bangsa Indonesia. Karena saya percaya sebagian besar jajaran dan pegawai masih banyak yang jujur sebagaimana kita menjunjung nilai-nilai Kemenkue yaitu integritas yang tinggi,profesionalisme, sinergi pelayanan.

Mereka yang masih mencintai Indonesia, terus membangun negaranya yang maju adil makmur dan bermartabat. Mari bersama-sama melawan korupsi, pungkas Taufiq dalam membacakan sambutannya Menteri Keuangan.

Seperti kita ketahui bersama dalam memperingati hari anti korupsi Internasional ini dilaksanakan diberbagai kota dan propinsi bahkan tingkat  nasional. Untuk tingkat nasional, peringatan hari anti korupsi ini dipusatkan di Propinsi Riau. 

Pemerintah Provinsi Riau ditunjuk pemerintah sebagai tuan rumah peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI)  tak lepas dari banyaknya kasus korupsi yang mendera pada masa silam.

Di mana ada tiga gubenur, mulai dari Saleh Yazid, Rusli Zainal, dan Annas Maamun, berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersandung korupsi. W. Joko Narendro

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi