ATASI TERORIS DAN RADIKALISME PERLU PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA
Sabtu, 5 Maret 2016 | 15:07 WIBMEDIA PASTVNEWS.COM, SERINGNYA terjadinya aksi terorisme diberbagai daerah, akhir-akhir ini cukup membuat miris, dan memprihatinkan, akibat tindakan yang dilakukana teroris menyebabkan banyaknya korban bahkan fasilitas umum menjadi sasaran.
Untuk memberantas terorisme harus diketahui, terlebih dahulu unsur-unsur yang membentuk teroris, dengan mengetahui, unsur pembentuk terorisme akan mudah memberantasnya,” ujar Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto, ST,MH dalam Seminar Nasional “ Moderasi : Antitesis Radikalisme dan Derdaikalisme, di Kantor PP Muhammadiyah,(29/2),Tapil sebagai pembicara Seminar nasional, di antaranya, Prrof. Dr. Sunyoto Usman Prof Dr.ahmad Djaenuri,Prof.Dr. Franz Magnis Suseno, Dr Ahmad Norma Permata.
Dikatakan, setidaknya ada 9 unsur pembentuk teorisme, yakni pemimpin, tempat latihan, Net work (jaringan), Dukungan dana logistik , training pelatihan , komando dan pengendalian, rekruitmen dan daya pemersatu ( cohetion force).
Menurutnya, Moderasi, diharakan akana dapat digunakana untuk membrantas terosme, maka moderasi dapat menghilangkan salah satu unsur dari 9, unsur pembentuk terorisme Untuk itu perlu diketahui, moderasi berhubungan dengan perilaku yang wajar, jujur dan tidakm enyimpang dari garis.
Dari sembilan pembentuk terorisme unsur yang berhubungan erat dengan perilaku adalah cohetion force.Jika moderasi yang akan digunakan untuk memberantas terorisme, maka unsur pembentuk terorisme yang dihilangkan adalah daya pemersatu atau cohetion force. Pada dasarnya, Moderasi adalah untuk melemahkan daya pemersatu dengan merobah perilaku agar mentaati perundangan.
Terorisme pada umumnya menggunakan agama sebagai daya pemersatu, begitu pula deradikalisasi digunakan untuk memberantas terorisme ,maka ketika deradikalisasi juga akan berhadapan dengan agama.
Deradikalisai akan dianggap sebagai upaa melemahkan ajaran agama, karena pada umumnya, terorisme menggunakan agama sebagaio kedoknya.” Ungkap Soelaman B Ponto, mantan BIN.
Sementara itu, Haedar Nasir, Ketua PP Muhammadiyah yang tampil sebagai keynote speker, menyatakan Pancasila sebagai pandangan hidup ideologi bangsa perlu ditransformasikan ke dalam nilai-nilai luhur Pancasila. Untuk itu perlu dibangun konsensus nasional agar Pancasila benar-benar sebagai pemersatu angsa.
Semantara itu, Muhammadiyah sebagai organisasi terbesar, berusaha merasaterlibat untuk berperan dalama mewujudkan perilaku kebangsaan dan perwujudan nilai-nilai Pancasila. isan





