Sri Edi Swosono “Indonesia Belum Berdaulat !
Sabtu, 3 Mei 2014 | 14:45 WIBYogyakarta-PAS TV NEWS.COM, apa kata tokoh yang satu ini ayuk kita simak semoga menjadi bahan renungan yang positif.
Melihat kondisi bangsa yang masih terpuruk serta tingginya kemiskinan yang melanda rakyat Indonesia mengundang keprihatinan Prof Dr Sri Edi Swasono.
Oleh karenanya Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa ini selalu memberikan masukan-masukan bagi bangsa ini. Dan salah satu masukannya adalah yang dituangkan dalam bentuk tulisan atau artikel lewat media cetak.
Setelah terkumpul berbagai uneg-uneg pria kelahiran Ngawi inipun kemudian diterbitkan dalam bentuk sebuag buku dimana covernya yang berjudul Kedaulatan Kebangsaan Kerakyatan Mengisi Kemerdekaan dilounching bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional serta syukuran Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta yang memperoleh predikat B (Baik) dari Badan Akreditasi Nasional (BAN).
Menurut Sri Edi Swasono buku ini memeprtegas makna Kemerdekaan Indonesia. Dalam buku ini juga dikemukakan pentingnya kita menyadari doktrin Kebangsaan dan dokntrin kerakyatan yang menyertai Kemerdekaan Indonesia yang dengan jelas termaktub dalam Pancasila dan UUD 1945.
Lebih jauh Sri Edi Swasono mengatakan meski Indonesia sudah lama merdeka akan tetapi cita-cita kemerdekaan dengan mensejahterakan rakyat belum tercapai. Sehingga rakyat Indonesia masih terkungkung dalam lubang kemiskinan.
“Kemiskinan diperparah dengan ada proyek yang mengatasnamakan program pembangunan. Pembangunan yang dilakukan bukan memerangi dan mengusur kemiskinan akan tetapi menambah angka kemiskinan. Selain itu mentalitas rakyat Indonesia juga masih rendah,” ujar Sri Edi Swasono disaat memberikan sambutan dalam peluncuran bukunya.
Sri Edi juga menjelaskan bangsa ini sedang menghadapi krisis kedaulatan, krisis kebangsaan dan krisis kerakyatan, yang mana ketiganya disebut falam krisis konstitusi. Dimana krisis ini menjadi penyebab kegagalan bangsa untuk melepaskan diri dari pakem-pakem budaya lama.
“Pernyataan kemerdekaan sejatinya adalah pernyataan budaya, budaya untuk menjadi tuan di negerinya sendiri dan mengakhiri cap medioker anak bangsa ini sebagai het zaachste volk tere aarde, een koelie onder de volkeren”pungkas. anjar






