Banyak sekolah swasta hampir bubar bila tanpa subsidi
Sabtu, 22 Juli 2017 | 17:45 WIBJogja-media warta digital pastvnews.com, tanggal 17 Juli tahun ajaran baru 2017/2018 dunia pendidikan Indonesia sudah kembali di buka dan para murid yang naik kelas sudah kembali memulai dengan pendidikan terbarunya.
Dalam dunia pendidikan banyak sekolah yang kelebihan murid terjadi di sekolah negri dan sekolah swasta terjadi kekurangan siswa bahkan bagi sekolahan swasta yang daya tampungnya semisal daya tampung 20 s/d 30 namun hanya terisi 10 bahkan mungkin ada yang kurang maka akan menjadi persoalan tersendiri bagi sekolahan tersebut, pemasukan dari SPP untuk membiayai gaji guru tak cukup.
Sekolahan negri tentu jarang terjadi hal seperti ini karena sekolah negri mendapat bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah.
Bagi sekolah swasta hal seperti ini menjadi sangat berat sebab harus menanggung semua biaya operasional dan pengeluaran lainnya yang tidak sebanding dengan pemasukan rutin bulanan, maka berdampak tidak mencukupi untuk menggaji guru pengajarnya.
Tahun ajaran baru bagi dunia pendidikan di Jogjakarta yang dulu di kenal sebagai kota pendidikan,yang para siswa-siswinya dari berbagai daerah se nusantara yang melanjutkan pendidikannya di Yogyakarta, kemajuan kota-kota di daerah dan keberhasilan keluarga berencana menyebabkan berkurangnya siswa yang datang ke Jogjakarta.
Dengan berkurangnya jumlah siswa yang datang ke Jogjakarta menyebabkan terjadi berkurangnya jumlah siswa sehingga menjadi kendala bagi sebagian besar sekolah swasta yang ada di Jogjakarta dan mungkin juga terjadi di kota kota lainnya
Penulis menyarankan bagi sekolah swasta yang kekurangan murid bisa melakukan merger atau penggabungan antar sekolah yang terdekat yang memiliki misi dan visi yang sama atau sekolah tersebut di jadikan sekolah percontohan seperti sekolah olah raga atau sekolah kejuruan yang sangat di butuhkan oleh dunia kerja atau dunia industri.
Muatan ini di sampaikan oleh Kohbing Jogjkarta menanggapi masalah sekolah swasta yang hampir bubar karena tak mampu membayar gaji guru, di sebabkan siswanya tak sesuai target yang berkisar kelasnya minim 20 siswa.
Seputar dunia pendidikan dan tahun ajaran baru ini redaksi menyempatkan bincang -bincang dengan Bapak Herianto Kurniawan SH, Mba, sabtu 22 juli 2017. ‘id’






