Kembali Ke Index Video


PENGUSAHA PENYEDIA PEKERJAAN KONSTRUKSI BELUM SIAP MENGHADAPI MEA 2016 ?

Kamis, 17 Desember 2015 | 00:01 WIB
Dibaca: 1596
PENGUSAHA PENYEDIA PEKERJAAN KONSTRUKSI  BELUM SIAP  MENGHADAPI  MEA 2016 ?
bendera negara anggota MEA

Yogyakarta, PASTVNEWS- PELAKSANAAN Masyarakat  Ekonomi Asean (MEA)  tinggal beberapa  hari lagi, berari tinggal menunggu waktu saja,  sejauhmana  kesiapan  beberapa penyedia  pekerjaan konstruksi  meski ada  rasa  kekhawatiran ketidak siapan dalam menghadapi MEA yang sebentar lagi akan segera diberlakukan.

Berlangsungnya  persaingan ketat ini, ternyata  juga menjadi ancaman  bagi sebagian pengusaha  yang bergerak dalam bidang jasa kontraktor.  Hal ini diakui  beberapa penguasaha kontraktor, persaingan ketat tenaga ahli akan  mampukah bersaing dengan tenaga asing dari luar.Kesiapan  Sumber Daya  Manusia (SDM)  akan bersaing ketat dengan  SDM  asal  negara  luar.

Hal ini diakui,  Agus  Suwarno pemilik  CV Sisca,  Kulonprogo. Menurutnya persaingan tenaga  ahli  dari luar akan lebih siap  menghadapi Masyarakat  Ekonomi Asean, dibandingkan dengan SDM  asal Indonesia.

Persaingan ketat  di bidang penyedia pekerjaan  konstruksi akan makin   sengit, bahkan   dengan sesama kontraktorpun harus  berani bersaing,  contohnya kalau  terjadi transaksi  saja   tinggal klik,   lewat  perangkat lunak  elektronik sudah beres ,kalau sudah demikian mau apa lagi ‘ungkap  Agus pemilik  CV Sisca.

Hal serupa juga dialami beberapa penyedia pekerjaan  konstruksi atau yang begerak dalam bidang jasa rancang bangun, terutama  pekerja  yang  berkecimpung pada sector  keahlian khusus.

Kita  tinggal klik  semua transaksi  sudah berjalan beres,   dibandingkan dengan transaksi  lewat tatap  muka langsung, kita tinggal klik saja sudah  cukup,” ungkap  Ibnu pemilik  CV Bayu Utama Jl. Parangtritis, Bantul.

Tak jauh berbeda dalam menghadapi persaingan ketat, ini sebagaimana diungkapkan   Supardji, mengakui  jika  sebagian besar   belum siapnya   sumber daya  manusia untuk menghadapi  MEA. “Yang justru   amat dirasakan adalah, kita harus siap berani  memasuki era persaingan,bukankah  visi ke depan adalah visi kompetisi ,” ungkapnya.(isn/dn)


Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi