Isu Ratu Adil Warnai Perhelatan Borobudur Writers & Cultural Festival
Jumat, 14 November 2014 | 21:14 WIBMedia online pastvnews.com Sebanyak 250 penulis sastra dan sejarah Nusantara meramaikan perhelatan tahunan Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF).
Pergelaran BWCF yang memasuki tahun ke tiga ini mengangkat tema ‘Ratu Adil" Kuasa & Pemberontakan di Nusantara. Di mana acara utama dari kegiatan meliputi diskusi buku, dialog dan musyawarah, seminar hingga pertunjukan seni dan budaya.
Direktur festival, Yoke Darmawan mengatakan seperti halnya tahun lalu, pergelaran BWCF dilaksanakan di dua tempat, yakni komplek candi Borobudur dan diHotel Hyatt Regency serta Hotel Sheraton Yogyakarta sebagai tempat penutupannya.
Ditambahkannya seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pemberian Sang Hyang Kamahayanikan Award 2014. Award ini nantinya akan diberikan kepada tokoh yang berjasa melakukan pengembangan dan pengkajian sejarah dan peradaban nusantara.
“Untuk BWCF 2014 ini penerima award diberikan kepada Dr Peter B R Carey, seorang sejarawan yang seumur hidupnya dihabiskan untuk meneliti kekuasaan Jawa. Terutama meneliti tokoh besar sejarah jawa, yakni Pangeran Diponegoro. Dr Peter Carey telah dipilih oleh sebauh panel juri yang dibentuk oleh Samana Foundation” terang Yoke.
Perempuan ramah ini menambahkan diangkatnya isu Ratu adil karena hal ini sangat menarik. Ratu Adil tidak hanya ada di Jawa. Ratu Adil ada hamper di seluruh pelosok tanah akhir. Sehingga pembicaranya pun ada yang berasal dari tanah rencong, Aceh dan juga Papua.
Direktur Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko mengatakan pihaknya menyambut gembira perhelatan BWCF ke tiga ini. Pihaknya tidak bisa menolak kegiatan ini di gelar di komplek Candi Borobudur. Oleh karenanya ia sangat mendukung BWCF ini karena adanya pergelaran ini bisa menjadi ajang belajar bagi semua anak bangsa. anjar

Video Terkait
- Festival 1000 kitiran"Desa wisata kedungmiri Imogiri ibarat kejatuhan gula
- Sistem Olah Tanah Tingkatkan Produksi Jagung
- Dukuh djoko danang berani menyembelih sapi qurban sendiri
- Ini Saran Mantan Mentri Kehakiman Terkait RUU Pilkada Kepada Presiden SBY & Jokowi




