SELOKAN MATARAM TEMPAT PEMBUANG ALAT KONTRASEPSI ?
Sabtu, 5 Maret 2016 | 10:00 WIBSLEMAN,- SELOKAN Mataram yang sepanjang tahun tidak pernah kering, kecuali ada perbaikan ataupun renovasi atau pengaturan air pendistribusian selokan Mataram ke lahan pertanian di wilayah Kabupaten Sleman maupun Kulonprogo.
Selokan Mataram dibangun pada masa penjajahan Jepang tahun 1944 itu, dengan panjang lebih dari 31, 2 km dan mampumengairi persawahan seluas 15.754 ha yang berada di kedua wilayah masing-masing Kabupaten Sleman dan Kulonprogo.
Dibangunnya Selokan Mataam sebagai sarana pembangunan irigasi, maupun pengairan di sepanjang selokan.
Bahkan, Ratijo pernah memergoki seseorang pengedara motor melempar bungkusan plastic warna hitam. Ratijo dan beberapa temannya, sering menemukan kejadian tersebut. “ Saat saya sedang angon bebek, tiba-tiba dari arah barat pengendara motor melempar bungkusan dan dibuang ke selokan,” ujarnya..
sangat disayangkan Selokan Mataram yang diangun dan mampu mengairi ribuan hektar lahan pertanian yang sampai saat ini masih menghijau pada saat musim kemarau, dirusak oleh adanya pemandangan dengan membuang limbah seenaknya.
Sebagaimana diungkapkan, Suyanto, pada saat di Yogyakarta akan dibangunnya pabrik gula, tercatat lebih dari 17 pabrik gula yang akan dibangun di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Untuk menopang industry pabrik gula dibangunlah sarana pendukung, di antaranya bandungan Karangtalun yang dilengkapi empat pintu air “ gejlik”yang berfungsi untuk memecah arus dari Sungai Progo.
Setiap pintu air memiliki bantaran yang memanjang kurang lebih 10 meter dengan menyesuikan hulu kanal Mataram yang membelok. Bendungan Karangtalun ini mampu mengairi lahan persawahan sekitar 30.000 ha meliputi Kabupaten Sleman, Magelang. Bendungan bersejarah seharusnya dijaga. sant





