Kembali Ke Index Video


PENDAPATAN PENJUAL JASA PENUKARAN UANG BARU MENURUN 2016

Selasa, 5 Juli 2016 | 09:35 WIB
Dibaca: 1398
 PENDAPATAN PENJUAL JASA  PENUKARAN UANG  BARU MENURUN 2016
JASA PENUKARAN UANG DI DEPAN KANTOR POS JOGJA TIAP TAHUN BERJALAN

MEDIA PASTVNEWS.COM, RUPANYA merayakan lebaran dengan memberi baju baru kepada sanak, terutama anak-anak merupakan kebanggaan tersendiri, betapa tidak  lebaran yang berlangsung setahun sekali merupakan momentum untuk  menebar kasih sayang dan saling memaafkan.

Memberi  uang di saat lebaran  merupakan  satu kebahagian tesendiri, terlebih lagi   jika kondisi  uang  yang diberikan  masih baru, sudah dapat dipastikan  yang menerima akan merasa  senang.Kebiasaan ini  rupaya  dijadikan  ladang bisnis untuk memanfaatkan untuk  meraih rezeki.

Dari pantauan  Pastvnews, lebih dari  lima puluhan  penjual jasa penukaran uang baru yang tersebar di sepanjang jalan Panembahan Senopati, jumlah  penjual jasa penukaran uang semakin bertambah saat mendekati  hari Raya Idul Fitri.

 Yang menarik, para penjual jasa penukaran uang baru tersebut dengan  menggelar  dan brjajara di  sepajang jalan, mereka memajang uang pecahan  baru  di papan display yang terbuat dari  kayu  dan triplek, aaua  dipajang di atas jok kendaraan. Selain itu, uang tersebut  dibungkus dengan plastik untuk menghindari debu atau   air, agar  kelihatan  rapi dan menarik pembeli.Nilai  uang  baru  yang mereka  pajang diantaranya  pecahan  uang baru Rp. 2 ribu,Rp.5 ribu,Rp.10 ribu,Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Sedangkan  untuk  harga , rata-rata  para penjual jasa mengambil keuntungan Rp 10.000,- per plastik  uang baru. Sutarman,  maupun  Widodo yang  mengaku sudah   lama  membuka penjual jasa saat  menjelang lebaran memgaku, jika penghasilannya  menururn dibandingkan tahun  lalu. Menurutnya, menurun jumlah pendapatan, sebagaimana diungkapkan, warga Bantul dan Sleman dikarenakan makin banyaknya pesaing  yang membuka usaha  serupa.Di samping itu, adanya mobil kas keliling dari beberapa  bank  yang menyediakan  jasa penukaran uang turut mempengaruhi jumlah pembelinya menurun.Dibandingkn  lebaran tahun lalu, dalam sehari dirinya mampu menjual laris manis 30  hingga  50  plastik uang baru, tahun ini  ia hanya   mampu menjual  paling banyak  20 plastik uang baru per hari.

” Sekarang   banyak orang yang  lebh memilih  menukarkan uangnya melalui  mobil kas keliling, yang disediakan bank secara gratis dan tidak dikenakan biaya tambahan, tahun lalu  saya  ngantri dari pagi  siangnya  baru  kebagian,  sekarang lebih mudah  ,”  tuturnya. isan  




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi