Kembali Ke Index Video


Hanya bergaji 100.000 sebulan kahono mampu entaskan anaknya jadi sarjana

Kamis, 24 November 2016 | 07:48 WIB
Dibaca: 1854
Hanya  bergaji 100.000 sebulan kahono mampu entaskan anaknya jadi sarjana
KAHOBO BERGAJI KECIL MAMPU ENTASKAN ANAK JADI SARJANA

Sleman media pastvnews.com, kabar lintas sosial keinginan Kahono, begitu kuat untuk mengabdikan di Pemdes Sariharjo, dengan berbekal  ijazah  SD dengan keterampilan  terbatas,serba pas-pasan jadilah ia sebagai “pesuruh” dengan honorarium  Rp. 100.000,- per bulan.

Meski dengan penghasilan sangat  minim, pengabdi  masyarakat ini masih tetap setia, kerja  apapun / srabutan, ia lakukan, dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Mengikuti perjalanan  panjang, Kahono yang sudah cukup lama mengabdi hampir  15 tahun ia jalani dengan penuh  suka dan dukanya.Dengan imbalan yang minum, pekerjaan rutin ia jalani penuh ketelatenan, kesabaran dan kejujuran.

Kahono  bekerja,mulai dini hari  selepas Subuh, ia harus menyibukkan diri  dengan  mengontrol ruang demi ruang, bersih, dan menyiapkan minuman, bersih-bersih, membuka ruang,merawat tanaman, mengantar surat,mempersiapkan ruang rapat,membersihkan  aula (ruang pertemuan), dan masih banyak lagi kerja serabutan.

Selepas kantor, ia  harus  menutup seluruh ruang,  sedangkan malamnya ia harus  bertugas  sebagai penjaga malam. Itulah gambaran pekerjaan  rutin Kahono  warga Dusun   Sedan RT 02/33, Sariharjo, Ngagglik, Sleman.Kahono sebagai manusia yang ulet, gigih, meski dengan  penghasilan  sangat minim.Dengan  kemampuan terbatas, ia  mencoba mengabdikan diri, sebagai  pelayan masyarakat yang  terbaik.

Meski, diakui semua pekerjaan yang dilakukan Kahono, tidak ada yang  sempurna, semua serba terbatas. Hanya  dengan penuh  kesabaran, ketelaten, kegigihan dan kejujuran, sosok Kahono bisa menjadi inspiratif bagi  pengemban kebijakan,  perjalanan  Kahono, yang dikenal  orang desa,lugu.Pengetahuan yang serba terbatas, tidak menyurutkan Kahono sebagai abdi masyarakat. Kemampuan, keterampilan  Kahono, yang sehari-hari sebagai “pesuruh” kantor ini serba terbatas, ia hanya  pendidikan  rendah .Kahono  terus berusaha semaksimal mungkin bekerja dan bekerja.

Kahono, mengakui jika kemampuannya sangat terbatas,  namun ia  sedikit bisa lega  dari sejumlah perjalanan panjang Kahono sebagai pesuruh memang  sudah pas,namun  demikiaan ia bisa  bangga dari keterampilan merawat tanaman di lingkungan   Balai Desa  Sariharjo membuahkan hasil,  dalam Lomba Lingkungan se Kab. Sleman, Desa Sariharjo mewakili  Kabupaten Sleman maju ke tingkat nasional.

Meski  diakui, keberhasilan itu  dilakukan secara  tim, namun pengorbanan yang tidak kecil peranannya, Kahono yang sehari-hari merawat tanaman yang kadang harus  mengeluarkan uang pribadi tak sedikitpun disebut namanya  dalam kancah lomba  tingkat nasional.

“ Saya  bangga  dan bersyukur, ketika Pak  Kades naik  panggung  menerima tropi dan piagam plus uang pembinaan,” tuturnya sambil mengusap air  mata.Kahono, memang bukan tipe pemimpin, namun sebagai abdi yang  membawa  nama  harum,  sebuah institusi.Kahono kini dikaruia  anak 6 orang yang  semuanya belum mentas.satu anak laki-lakinya  baru saja  merampungkan sarjana di sebuah perguruan  tinggi. “ Saya bersyukur  dan  bangga  mas, bersyukur anak saya jadi sarjana mas,” tuturnya saat  dijumpai di kediamannya  Sedan  RT 02/33, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Sebagai  abdi masyarakat, ia  tidak  banyak menuntut apapun, yang ia harapkan  sebuah perhatian yang manusiawi. Sesekali  ditatapi anaknya   penuh haru dan trenyuh.” Eh atase anake  wong desa, wong ora duwe wong tuwane dadi pesuruh,anake iso lulus sarjana,” ungkapnya mengakhiri perbincangan. Isan Riyanto




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi