Hanya bergaji 100.000 sebulan kahono mampu entaskan anaknya jadi sarjana
Kamis, 24 November 2016 | 07:48 WIBSleman media pastvnews.com, kabar lintas sosial keinginan Kahono, begitu kuat untuk mengabdikan di Pemdes Sariharjo, dengan berbekal ijazah SD dengan keterampilan terbatas,serba pas-pasan jadilah ia sebagai “pesuruh” dengan honorarium Rp. 100.000,- per bulan.
Meski dengan penghasilan sangat minim, pengabdi masyarakat ini masih tetap setia, kerja apapun / srabutan, ia lakukan, dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Mengikuti perjalanan panjang, Kahono yang sudah cukup lama mengabdi hampir 15 tahun ia jalani dengan penuh suka dan dukanya.Dengan imbalan yang minum, pekerjaan rutin ia jalani penuh ketelatenan, kesabaran dan kejujuran.
Kahono bekerja,mulai dini hari selepas Subuh, ia harus menyibukkan diri dengan mengontrol ruang demi ruang, bersih, dan menyiapkan minuman, bersih-bersih, membuka ruang,merawat tanaman, mengantar surat,mempersiapkan ruang rapat,membersihkan aula (ruang pertemuan), dan masih banyak lagi kerja serabutan.
Selepas kantor, ia harus menutup seluruh ruang, sedangkan malamnya ia harus bertugas sebagai penjaga malam. Itulah gambaran pekerjaan rutin Kahono warga Dusun Sedan RT 02/33, Sariharjo, Ngagglik, Sleman.Kahono sebagai manusia yang ulet, gigih, meski dengan penghasilan sangat minim.Dengan kemampuan terbatas, ia mencoba mengabdikan diri, sebagai pelayan masyarakat yang terbaik.
Meski, diakui semua pekerjaan yang dilakukan Kahono, tidak ada yang sempurna, semua serba terbatas. Hanya dengan penuh kesabaran, ketelaten, kegigihan dan kejujuran, sosok Kahono bisa menjadi inspiratif bagi pengemban kebijakan, perjalanan Kahono, yang dikenal orang desa,lugu.Pengetahuan yang serba terbatas, tidak menyurutkan Kahono sebagai abdi masyarakat. Kemampuan, keterampilan Kahono, yang sehari-hari sebagai “pesuruh” kantor ini serba terbatas, ia hanya pendidikan rendah .Kahono terus berusaha semaksimal mungkin bekerja dan bekerja.
Kahono, mengakui jika kemampuannya sangat terbatas, namun ia sedikit bisa lega dari sejumlah perjalanan panjang Kahono sebagai pesuruh memang sudah pas,namun demikiaan ia bisa bangga dari keterampilan merawat tanaman di lingkungan Balai Desa Sariharjo membuahkan hasil, dalam Lomba Lingkungan se Kab. Sleman, Desa Sariharjo mewakili Kabupaten Sleman maju ke tingkat nasional.
Meski diakui, keberhasilan itu dilakukan secara tim, namun pengorbanan yang tidak kecil peranannya, Kahono yang sehari-hari merawat tanaman yang kadang harus mengeluarkan uang pribadi tak sedikitpun disebut namanya dalam kancah lomba tingkat nasional.
“ Saya bangga dan bersyukur, ketika Pak Kades naik panggung menerima tropi dan piagam plus uang pembinaan,” tuturnya sambil mengusap air mata.Kahono, memang bukan tipe pemimpin, namun sebagai abdi yang membawa nama harum, sebuah institusi.Kahono kini dikaruia anak 6 orang yang semuanya belum mentas.satu anak laki-lakinya baru saja merampungkan sarjana di sebuah perguruan tinggi. “ Saya bersyukur dan bangga mas, bersyukur anak saya jadi sarjana mas,” tuturnya saat dijumpai di kediamannya Sedan RT 02/33, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.
Sebagai abdi masyarakat, ia tidak banyak menuntut apapun, yang ia harapkan sebuah perhatian yang manusiawi. Sesekali ditatapi anaknya penuh haru dan trenyuh.” Eh atase anake wong desa, wong ora duwe wong tuwane dadi pesuruh,anake iso lulus sarjana,” ungkapnya mengakhiri perbincangan. Isan Riyanto

Video Terkait
- Naga panjang besar meliuk liuk jadi tontonan warga
- Festifal Sewu kitiran Sompok Meski Musim Hujan Tetap Gayeng
- Hari pangan gereja asumta pakem gelar festifal memedi sawah
- menyanyi-menghibur penonton
- pastvnews.com, andum treno andum wektu
- Artis Elekton Bergyang mengibur warga perumahan Hyarta
- Puyeng yuk nyanyi aja
- Mudah meriah dan fleksibel itulah kemunculan para arti elektone
- Uut Seli berdendang dan berdandan seksi
- Uut-seli artis elektone yang lagi boming




