KA MADIUN JAYA TIDAK DIOPERASIKAN SELAMA LEBARAN PENGARUHI JUMLAH PENUMPANG
Jumat, 22 Juli 2016 | 11:00 WIBMedia pastvnews.com, PT KAI Daops VI sebagai jasa transportasi selama musim liburan lebaran 2016, mengoperasikan sejumlah keretanya, mengalami kenaikan jumlah penumpangnya, dibandingkan tahun lalu, jumlah penumpangnya mengalami kenaikan sekitar dua persen dibandinkn tahun sebelunya yakni tercatat dari 541.026 penumpang menjadi 550.363 penumpang.
Kenaikan jumlah penumpang , sebagaimana diungkapkan, Manajer Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, dari perkiraan jumlah penumpang sebelumnya mencapai 11 persen.” Memang tidak seperti perkiraan sebelumnya yang mencapai 11 persen,” ungkap Eko.
Melesetnya, target jumlah penumpang Eko mengakui , disebabkan tidak dioperasikannya kereta Madiun Jaya relasi penumpang Yogya – Madiun.
Padahal jika dioperasikan kereta Madiun Jaya mampu melayani penumpang selama liburan enam kali pulang pergi.”Penghentin operasi keret juga membrkan dampak yag cuku signifikan terhadap penurunan jumlah penumpang,” ungkapnya.
Masih menurut, Eko banyak penumpang yang tidak tercatat sebagai penumpang selama masa Angkutan Lebaran karena mereka memilih jadwal keberangkatan di luar masa angkutan Lebaran.
Ia menyebut,PT KAI Daop VI Ygyakarta masih menjalankan kereta Argo Lawu seagaa keretaa tambahn, meskipun sudah tidak terhitung sebagai angkutan dalam masa angkutan lebaran.
Dari catatan selama libur lebaran, PT KAI Daops VI Yogyakarta sebagai jasa transportasi darat sejak 24 Juni hingga 17 Juli 2016, mencatat tidak ada tindak kriminalitas ataupun pemalsuan tiket kereta.
PENUMPANG TERMINAL BUS GIWANGAN ALAMI KENAIKAN 0,3 PERSEN
Sementara arus penumpang hingga berakhirnya libur lebaran 2016, sudah berjalan normal seperti biasa, jumlah penumpang yang diberangkatkan dari maupun tiba di terminal Giwangan Yogyakarta berjalan normal
Beda dengan tatkala musim libur lebaran, jumlah penumpang yang diberangkatkan dari terminal Giwangan, pada libur lebaran mengalami kenaikan sekitar 0,3 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar dari 613.665 penumpang menjadi 615.638 penumpang.
Saat ini arus penumpang sudah normal kembali setelah mengalami puncaknya pada petengahan Juli lalu yang mencapai 36. 038 penumpang,” tutur Kepala Unit Pelaksana Tehnis Terminal Giwangan, Yogyakarta. Bekti Zunanta. San/njar
Sedangan jumlah penumpangya tiba di terminal Giwangan justru mengalami kenaikan sekitar 0,3 persn dibandingkan tahun lalu yakni dari 613.70 penumpang menjadi 621.605 penumpang
Nihilnya tindakan kejahatan dan pemalsuan tiket kereta, Eko mengakui tidak terlepas dari koordiansi dengan para aparat. “ Semua berjalan lancar. Tidak ada temuan calo tiket atau pemalsuan tiket,” katanya. Meski demikian, lanjut Eko, masih saja ada penumpang yang terlambat datang ke stasiun sehingga tertinggal kereta.”alasannya macet. Keterlambatan tersebut, menjadi tanggung jawab dari penumpang,” tuturnya. Isan/njar.





