Kembali Ke Index Video


Jembatan Gantung Kedungmiri-Selopamioro Hanyut,Tak Tega Babinsa Serda Sakijo Peduli

Rabu, 14 Februari 2018 | 10:01 WIB
Dibaca: 62
Jembatan Gantung Kedungmiri-Selopamioro Hanyut,Tak Tega Babinsa Serda Sakijo Peduli
SERDA SAKIJO DAN ANGGOTA BABINZA DI IMOGIRIPEDULI ANAK SEKOLAH DAN WARGA

Imogiri-media pastvnews.com, putusnya jembatan gantung yang menghubungan desa Sriharjo dengan  Desa Selopamioro, ternyata  berdampak akses  dikedua desa tersebut terkendala.

Roda perekonomian, lalu lintas jalan yang  bisa  ditempuh dalam waktu singkat, maka dengan putusnya jembatan gantung peninggalan masa  berjuangan  tersebut sejak putus total maka warga kedua desa bernasib kecut, warga pun berharap agar akses bisa di bangun kembali

Melihat kondisi warga yang pelik tersebut maka untuk menanggulangi  sementara para peduli lantas menggunakan tali dan perahu karet agar warga bisa menyeberangi sungai,meski jumlah petugas  terbatas.

Bantuan BPBD Bantul saat berlangsungnya Karya Bhakti Koramil  10/Imogiri,pekan lalu. (11/2/2018)  bisa menjadi point untuk menghubungkan akses. Setiap hari petugas dari  Koramil secara bergantian  menyeberangkan  sedikit  30 orang untuk di seberangkan

Pantauan kesibukan di lokasi mereka memang layak untuk di perhatikan terlebih banyak siswa sekolah, baik pulang maupun berangkat. Melihat keseharinnya seperti ini lantas aksi keprihatinanpun muncul  sehingga Babinsa  Desa Sriharjo Serka Walidi dan  Serda Sakijo, kerja keras melawan arus dengan menyeberangkan warga dan anak sekilah

Hampir  setiap  hari tak kenal lelah  menyeberangkan anak-anak sekolah di SD Kedungmiri, maupun masyarakat umum lainnya.”Kami tidak tega melihat kondisi jembatan  rusak,putus yang terseret banjir,masyarakat setempat  terganggu aktivitas, terutama berdampak anak-anak Sekolah,” ungkap Serda Sakijo.

 Menurutnya, putusnya  jembatan gantung yang segera dibangun kembali.Masyarakat di kedua desa tersebut berharap  agar jembatan maupun  akses jalan  penghubung segera  dibangun kembali,karena jembatan legendaris  tersebut, merupakan satu-satunya jembatan yang vital yang menghubungkan  dua desa di wilayah  Imogiri.

” Kalau ada banjir susulan saya sempat khawatir tidak berani menyeberangkan dengan tali dan perahu karet, terlebih yang saya seberangkan anak-anak,maupun orangtua” imbuh Serda Sakijo. ‘Niken/Isan R

 

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi