INDRIANTO EKA SAPUTRA, ST KOLEKTOR PIPA CANGKLONG
Senin, 19 Oktober 2015 | 18:10 WIBMedia online pastvnews.com, jika kita bisa membangun rumah kita sebagai sesuatu yang nyaman,menenangkan dan mendamaikan , maka kekuatan justru ada di dalam rumah. Sebesar apapun, atau seberat apapun permasalahan akan dengan mudah dinetralisir.
Jika seseorang bisa menyaksikan dari dekat, penataan ruang yang sekaligus sebagai tempat tinggal sekaligus sebagai aktivitas keseharian di bidang kontraktor. Rumahnya yang ditata apik, dan nyaman,memang akan betah tinggal di sebuah ruang ber AC. Itulah, kesan ketika penulis betandang di rumahnya di bilangan Sleman.
Di ruang kerjanya, yang tertata apik, asesories, berupa pipa dari berbagai merek buatan luar negeri yang menjadi koleksinya , tertata apik dan rapi di almari khusus.” Bagi saya rumah sumber inspirasi dan kekuatan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga. “ ungkap pria berpenampilan energik.
Meski dalam perjalanan sering dijumpai suka dan dukanya, namun kesemuanya itu dapat di atasi dengan penuh kesabaran. Penatnya beban pekerjaan, manakala melihat sejumlah koleksinya, maka akan ringan dan menjadi fres kembali.Di ruang kerja yang ditata apik akana menambah nyaman dan betah untuk berlama berbincang ringan seputar hobi mengleksi pipa cangklong.
Sebagaimana dituturkan, awal mula mencintai dan mengoleksi “pipa “ adalah tidak bisa lepas dari peran dari seorang figur Pak Karyana yang juga masih ada hubungan kekerabatan,.
Saya hobi mengoleksi pipa sejak tahun 90 an, semula hanya satu eh lama-lama kok asyik juga ya dan sampai sekarang yang jumlah kalau saya pajang dalam almari penuh tidak cukup .” tuturnya sembari menunjuk koleksi pipa dari kantong khusus.
Rata-rata pipa cangklongnya dengan harga yang cukup fantastis dan variatif, berkisar antara 20- 30 juta, bahkan korek api yang menjadi koleksinya yang ia beli dengan harga 70 juta. Untuk pipa termahal yang menjadi koleksinya ia beli dengan harga 160 juta sudah termasuk ongkos kirim.
Sementara itu tidak jauh dari almari penyimpan pipa, sampingnya terdapat almari khusus menyimpan tembakau, dan korek api dan gas berukuran telunjuk jari.
“ Cara ngisinya juga lain, kalau lebih cepat pengisian terlebih dulu dimasukkan dalam almari es (kulkas), lihat saja arah api dan warnanya. “ ujarnya sambil menunjukkan bara api. Diakui, hobi mengoleksi pipa cukup fantastis,dan mahal, dan prestise.
Inilah mahalnya sebuah hobi yang menjadi kepuasaan bathin,kadang-kadang membuat istri menjadi sewot gara-gara melihat koleksinya dengan harga yang mahal,namun setelah tahu, istri saya justru mendukungnya” ujar pria yang mempunyai komunitas “Lenggahan” Yogya, sedangkan di Bandung dikenal dengan komunitas “ Cangklong ” , dan setiap daerah mempunyai nama komunitas lain. Untuk memudahkan wadah komunitas ini, setiap saat berkumpul.
Sebagai pehobi pipa Cangklong”, sejumlah merek yang menjadi koleksiannya al, serjakas (italia), Fakmaser (Jerman), Dunhill (Inggris) , Dunhill merah ( Inggris),Forsa ( Belanda), Leturson (Irlandia) dan sejumlah merek lainnya terbuat dari kayu khusus. isan/dn





