Gedung Serba Guna Berubah Menjadi Gereja Tempat Peribadatan
Sabtu, 7 Juni 2014 | 13:37 WIBSeyegan Sleman - PASTVNEWS.COM, Meski keberadaan Gereja Isa Al Masih TPI Godean bagi masyarakat sekitar Margo Luwih Seyegan tidak bermasalah akan tetapi dalam perjalanannya Gereja ini dipertanyakan juga oleh banyak tokoh masyarakat Margo Luwih, Apalagi gereja ini awalnya merupakan gedung serba guna yang oleh warga digunakan sebagai tempat kegiatan sosial.
Permasalahan yang timbul selain fungsi gedung, masalah lain adalah persoalan ijin.
Tempat ibadah gereja yang berada di tengah perkampungan ini bila ditelusuri keberadaannya tidak ditempat yang sesuai dengan nama yang ada di plakatnya tertulis Godean, padalahal geraja ini terletak di Ngentak Margo Luwih Seyegan Sleman.
Kepala Dukuh setempat, Suwardi, ketika dikonfirmasi media pas tv news, mengatakan adanya gereja ini memang tidak dimasalahkan oleh warga sekitar.
Sebab selama ini juga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,oleh karenanya warga yang berdampingan dengan bangunan gereja tidak pernah mempersalahkannya.
Suwardi menambahkan gedung ini awalnya memang gedung serba guna milik almarhum Mur Murgiyo, yang saati itu dia menjabat kadus setempat sedang almarhum sendiri waktu itu sering mengadakan kegiatan kerohanian di rumahnya,sehingga hal ini dimungkinkan gedung yang merupakan milik mantan kadus ini kemudian diteruskan untuk jemaat yang saat ini ada sekitar 60 orang.
Sementara itu salah satu anggota jemaat, 4 Juni 2014 Pria bernama Supri saat dikonfirmasi selalu menolak, Ia meminta awak media agar menemui pengurus agar lebih jelas, saat para awak media melanjutkan pengungkapan terkait rumah peribadahan yang telah berdiri sejak tahun 2006 lalu, Supri juga menolak memberikan nama-nama pengurus yang bisa ditemui.
Dalam pantauan awak media, tampak dari luar gereja banguan ini hanyalah bangunan biasa, Namun ketika masuk di dalam ruang akan mudah kita temukan kutipan-kutipan kitab yang dianutnya. Dalam kegiatan peribadatannya selalu dipimpin Pendeta Timotius Slamet Bro. “tim red”






