Egoisme Berakibat Warga Saling Acuh ‘Lurah Desa Banguntapan Kampanyekan Sopo Aruh
Selasa, 29 Januari 2019 | 19:34 WIBBantul - Media online Pastvnews.com - Lurah Desa Banguntapan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Basirudin Diarot bertekad membudayakan "sopo aruh" (saling menyapa) diantara sesama di tengah masyarakat dengan harapan bisa mencairkan menetralkan berbagai permasalahan yang ada.
Saya rasa pada zaman milenial dan modern seperti sekarang, di Banguntapan yang merupakan daerah perbatasan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul yang sangatlah penting adanya saling sapa diantara para pamong dengan warga, selain itu antar pomong dengan pamong dan warga dengan warga", kata Djarot saat berbincang dengan awak media Pstvnews.com, Basirun Djarot, Selasa (29/1).
Menurutnya, seiring dengan kerkembangan modernitas di Bangutapan, akibatnya tidak dipungkiri bahwa orang cenderung mengarah egoisme terhadap sesama dan wilayahnya. Dengan kondisi seperti itu dikhawatirkan lambat laun nantinya budaya "adihung" bisa hilang dengan sendirinya.
Sifat dan budaya egoisme apabila dilihat secara cermat dan mendalam sangat bertentangan dengan ruh dan nilai nilai keistimewaan DIY. Maka saya dan para pamong akan membudayakan kembali saling sapa agar mereka saling mengenal bahkan akrab", tegas Djarot.
Ia menambahkan, sejalan dengan adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang intinya orang semakin mudah untuk masuk dan tinggal di sutu wiayah, tetapi efek negatifnya banyak. Diantara negatifnya adalah para pendatang tidak saling kenal dengan lingkungan setempat.Inilah yang memprihatinkan.
Untuk mengantisipasi efek negatif itu, maka para pamong termasuk dukuh di Banguntapan mengambil langkah positif.
Diantara antisipatif yang dilakukan yaitu ngaruhke orang baru . Orang dikarohke juga harus berkomitmen peduli terhadap lingkungannya", katanya Djarot.
Ia juga menambahkan, pihaknya juga mengajak dan sekaligus menganjurkan kepada anak anaknya dan anak muda lainnya untuk membudayakan budaya adiluhung sopan santun.
Misal permisi atau kulo nuwun atau mengucapkan salam ketika lewat atau dengan orang tua atau saat melewati di dekat orang orang yang sedang berkerumun’ Supardi





