Bupati Bantul Desak Pamong Mendata Orang Miskin Secara Valid
Jumat, 25 Januari 2019 | 22:44 WIB
Warga miskin yang dimaksud diantaranya yang masih tinggal di rumah tidak layak huni, defabelitas , penderita kanker dan jumpo yang tanpa sanak saudara", kata Bupati Bantul, Suharsono saat menyambangi Sukasmi (40) warga Pakis Dlingo Bantul penderita "nashoparing carcinoma (kanker paring/leher), Sabtu (26/1).
Menurutnya , bahwa pihaknya ataupun Pemerintah Kabupaten Bantul berjanji dan bertekad untuk memperhatikan dan peduli kepada kemiskinan. Para penderita seperti itu akan diberikan perhatian berupa berbagai bantuan yang mereka perlukan, misalnya kesehatan.
Sebagaimana diketahui bahwa Sukasmi dinyatakan positif oleh medis positif menderita kanker paring sekitar awal tahun 2018. Tepatnya pada saat masih mengandung tiga bulan anaknya yang kedua yaitu Salim Abdul Hafidz (3 bulan). Anak ini pada lahir beratnya hanya dua kg.
Meski Ibu Sukasmi sudah memperoleh berbagai bantuan kesehatan, akan tetapi OPD terkait terutama Dinas Kesehatan Bantul agar selalu memberikan pendampingan kepadanya dengan memberikan bantuan kesehatan yang ada", tegas Suharsono.
Menurut informasi dari Puskesmas Dlingo I bahwa Sukasmi telah dan masih memperoleh bantuan di bidang kesehatan berupa BPNT, PKH dan BPJS kes APBN. Bantuan transfort pulang dan pergi cek medis diberikan dari LazizNu dan Puskesmas Dlingo.
Sukasmi hidup dan tinggal bersama dengan suaminya Dargito (45). Pasangqn suami istri ini dikaruniai dua anak yaitu Rangga Alqodir (14) kini sekolah SMP dan nyantri di salah satu pondok pesantren yang di Dlingo. Dan anak keduanya bernama Abdul Hqfidz (3 bulan). Supardi






