Kembali Ke Index Video


Sutinem warga karangasem b kecewa rujukan dokter puskemas Paliyan 1 dan RSUD

Sabtu, 3 Januari 2015 | 19:00 WIB
Dibaca: 2882
SUTINEM DAN SUKARYADI TERBARING LEMAS DI KAMAR MENANTI DERMAWAN PEDULI KESEHATAN DAN KEMANUSIAAN.

Gunungkidul-PASTVNEWS.COM, Lintas kasus, Sutinem warga karangasem b paliyan gunungkidul mengaku kecewa dengan layanan SALAH SATU dokter di puskesmas paliyan 1 gunungkidul. Ungkapkan ini di sampaikan 2 Januari 2015 di rumahnya saat merawat adiknya Sukaryadi yang sakit parah karena menderita ambien dan lambung.

Lebih lanjut sutinem, menjelaskan, semula 15 desember 2014, Dia beserta keluaga minta rujukan di puskemas 1 paliyan, hingga 2 kali, dan terakhir rujukannya justru mengantar ke RSUD Wonosari yang berujung di tolak karena ada kode APS (ATAS PERMINTAAN SENDIRI/PASIEN) yang di buat oleh dokter puskesmas bernama harjuna. tentu kekecewaan ini menjadi sangat menyakitkan karena menurut pengakuannya.

APS setelah di pelajari pak Hermanto RT kami ternyata adalah kode tolak, kemudian terkait APS jelas adik saya tidak meminta demikian, dan kekecewaan ini tentu saja, tak hanya kepada puskesmas paliyan 1 saja akan tetapi juga kepada RSUD Wonosari Gunungkidul karena kami hanya pulang tanpa hasil dan malah menderita "paparnya.

HERMANTO RT SETEMPAT

Hermanto saat di konfirmasi juga memaparkan, Sukaryadi adalah warga kami, saya tahu persis keadaannya bahkan saya dan tetangga yang mengantar ke RSUD dan dewan, meski hasilnya seperti di atas, yaa kecewa ya sama tapi apa boleh buat, yang jelas dokter yang di maksud memang rujukannya seperti itu, pungkas ketua Rt tersaebut saat berbincang dengan wartawan.

Karena tindakan dokter tersebut adik saya hingga kini masih terbaring lemas, saya sebagai warga kecil sakit rasanya di perlakukan demikian itu, perlu di ingat bahwa rujukan itu bukan untuk minta gratisan, meski kami bukan tergolong orang mampu, namun yang jelas hal tersebut untuk mengetahui apa penyakitnya dan kami harus bagaimana, dengan kekecewaan ini, berharap pihak-pihak yang terkait agar kedepan tidak terulang lagi terhadap warga lain, sakitnya tuh disini "kata Sutinem di sampingi janda Ngadiyah 70 tahun selaku ibunya.

Di akhir wawancara dengan pastvnews, karena di tolak maka kami lakukan pengobatan alternatif dengan herbal pungkas sutinem.

senada dengan kakaknya, Sukaryadi penolakan dan rujukan sungguh sangat menyakitkan, apalagi kami merupakan warga miskin, “syukur dokter tersebut di bina dan kalau bisa di pindah saja timpal sutinem merasa geram” tim red




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi