Sungai Oyo Meluap, Jembatan Gantung Jeruklegi Nglipar Gunungkidul Putus 'ini Keluh Kesah Warga
Rabu, 30 November 2016 | 06:19 WIBNglipar- Media pastvnews.com, musim hujan yang mengguyur semenjak kemarin siang 29/11/2016 hingga tadi malam di wilayah Gunungkidul, membuat sungai Oyo meluap , dari pantauan awak media ini salah satu jembatan gantung putus karena di terjang derasnya banjir sungai terbesar di gunungkidul kali Oyo.
Jembatan gantung yang berada di Dusun Jeruklegi, Desa Pilangrejo menjadi target air untuk di sapu bersih sehingga derasnya air tidak kuat menahan hantaman banjir, sehingga pukul 23.30 tadi malam putus tali pengikatnya sehingga jembatan yang terbuat dari lempengan besi itu ambrol dan terputus menjadi dua bagian bahkan badan jembatan terlihat miring dan membahayakan orang
Mbah Wij, 55 tahun warga setempat menuturkan kepada awak media ini memang menuturkan hujan deras banget dan membuat jembatan gantung rusak dan ,akibat banjir sunagi oyo ini juga merendam sawah yang berada disekitar sungai kemarin sore sawah disini kelihatan seperti laut an akibat hujan yang berdurasi lama ”kata mbah Wij.
Mbah Wij kembali bersuara jembatan gantung jeruklegi sangat vital, karena menjadi menghubung dua Dusun Prebutan dan Munggur,tak hany itu akses jembatan gantung juga penting sebab juga untuk jalan menuju ke Baon (hutan milik pemerintah yang digarap oleh penduduk setempat).
Senada Mbah Wij perempuan Widiarti, 40 tahun, kasih komentar kalau jembatan gantung ini sebagai akses antar dusun dan juga untuk akses kegiatan perekonomian, masyarakat sudah merasa senang karena terbantu adanya jembatan ini, sayang hujan deras mampu menggoyang jembatan dan terputus kami tak tahu lagi harus melewati mana sebab jembatan ini satu satunya penghubung, semoga kedepan cepat di respon pemerintah terkiat agar kami tak terisolir ‘keluh Wiarti.
Masyarakat berharap, Jembatan yang memiliki panjang 30 meter lebar 2 meter yang melintasi sungai Oyo ini dapat segera di perhatikan pemerintah sehingga bisa kembali di gunakan untuk kegiatan akses pertanian dan perekonomian kami menginkan jembatan permanen atau jembatan besar agar kedepan tak terganggu, lontar Mbah Wij yang di amini ‘Widarti ‘tim red’





