Sumur Tua di Keramatkan warga di Jual "Dugaan Ada Penyerobotan "Pemilik Tidak Terima
Sabtu, 14 November 2015 | 07:52 WIBNglipar Gunungkidul-PASTVNEWS.COM, Salah satu warga, dusun Mengger, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Gunari merasa kebingungan dengan adanya gambar sertifikat tanah milik orangtuanya.
Alhasil gambar tanah yang disertifikat dengan gambar asli (letter) tidak sesuai, oleh karena itu Gunari memprotes kepada pihak-pihak atau team yang pada waktu itu melakukan pengukuran tanah untuk pembuatan sertifikat.
Protesnya Gunari termasuk kepada Tugiyo, dukuh Mengger pada saat itu, yang sekarang sudah pensiun. Ketika media mendatangi rumah Tugiyo, bapak satu anak ini menceritakan panjang lebar tentang permasalahan tanah tersebut.
Sebenarnya ceritanya begini, kata Tugiyo mantan dukuh Mengger yang beramatkan di RT006/002, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar ini, awal tanah ini dari Mbah Khasan.
Kemudian tanah itu diwariskan kepada anaknya yang ragil (terakhir) namanya Mbah Pawiro, kebetulan tanah yang diwariskan itu ada sumur tua.
Sumur itu dilestarikan oleh warga sini, kalau ada hajatan atau apa, pasti tempat itu diberikan guwangan (sesaji), bahkan sumur ada yang mengeramatkan oleh sebab itu sering di beri sesaji (sajen) sampai saat ini.
Kemudian Tanah yang ada sumurnya tersebut kebetulan diwariskan kepada Karno pegawai Peruri di Jakarta waktu itu papar Tugiyo.
Dari Pak Karno dijual kepada Karto Wakiyo (alm) yang sekarang menggarap anaknya yaitu Gunari tadi.
Nah, pada saat mau menjual tanah itu, Pak Karno pesen sama saya kalau beliau jual tanah itu tidak termasuk sumurnya, itu sudah wanti-wanti sama saya pada waktu itu.
Tetapi waktu rembukan (musyawarah) dengan Karto Wakiyo waktu mau jual beli, saya tidak tahu membicarakan masalah sumur itu terjual apa tidak, kata Tugiyo setengah bertanya. Masalah timbul mulai ada bantuan dari PU Kabupaten Gunungkidul, tanah itu dipermasalahkan oleh anaknya Karto Wakiyo yaitu Gunari.
Heran saya kalau mau mempermasalahkan kenapa tidak dari dulu, pada saat pengukuran tanah, wong yang ngukur dan matok juga Gunari ada, bahkan yang matok Gunari sendiri kalau saya sebatas menyaksikan saja, tidak ikut mematok atau apa.
Kalau tidak protesnya waktu menerima sertifikat itu, waktu dibalai desa khan dilihat dulu ,sudah cocok dan benar semua belum, termasuk gambar tanahnya, kalau tidak cocok khan bisa dikembalikan pada saat itu, jelas Tugiyo.
Sementara itu ketika Gunari dikonfirmasi dengan awak media Pastvnews menjelaskan, kalau Pak Tugiyo (mantan dukuh Mengger) pada saat itu, mengatakan hanya menyaksikan dan tidak itu apa-apa, itu bohong. Justru Pak Tugiyo yang nyuruh sumur itu dikeluarkan dari tanah saya saat itu, dan pada saat itu saya sudah protes dan eyel-eyelan.
Waktu di kelurahan Pak Tugiyo sudah mengakui bahwa yang mengeluarkan sumur dari gambar tanah saya itu Dia, banyak saksi yang mendengarkan waktu itu, kata Gunari.
Kalau sumur itu sudah menjadi hak milik saya, sudah sesuai dengan gambar diletter, saya juga tidak akan menutup sumur itu, silahkan digunakan untuk kepentingan umum, tegas Gunari.
Tetapi permasalahanya sumur itu "katanya sudah diberikan kepada saya lagi, namun gambar sumur disertifikat khan sudah dikeluarkan dari gambar tanah saya, terus siapa yang bertanggung jawab untuk menjadikan satu lagi ? Tanya Gunari sambil mengakhiri pembicaraanya. "Wjn"

Video Terkait
- Semangat Pahlawan KPP Pratama Wonosari Gelar Pengendalian Gratifikasi
- Camat Imogiri Sigit Subroto Dukung Penuh Kehadiran Desa Wisata Pucung Rejo Wukirsari
- Ketua DPRD DIY H.YoEke Indra Agung Laksana SE' Tandatangani Prasasti Desa Wisata Pucung Rejo





