Pesawat Batik Tergelincir Mbah Boiman Menyaksikan langsung
Minggu, 8 November 2015 | 18:34 WIBJogjakarta-Pastvnews.com, Jumat 7 November 2015 pesawat jenis Boeng 737 milik penerbangan Batik Air tergelincir setelah terlebih dulu tak bisa dikendalikan dan baru berhenti setelah sampai di run way section 27 Bandara Adisucipto, Yogyakarta.
Mbah Boiman salah satu saksi mata yang berada di timur bandara yang kebetulan melakukan penyiangan tanaman padi di lahan milik TNI AU atau bandara Adisucipto mengungkapkan, saya sedang kerja tahu ada pesawat yang tergelincir, wartu itu sempat panik karena darurat tidak di buka, untuk penumpang selamat “papar Boiman minggu 8 november 2015.
Pesawat setelahnya sekitar jam 22 langsung di evakuasi dan saya tidak tahu persisnya yang jelas itu sudah pindah papar petani tersebut.setiap hari saya ke lahan ini untuk nggarap sawah “dulu saat garuda kobong juga saya tahu karena saya juga sedang garap sawah “pungkas Boiman petani asal berbah yang mengaku tanahnya sudah di beli “namun dirinya masih di percaya untuk menggarap sawah bekas miliknya tersebut.
Pesawat dengan jurusan Jakarta - Yogya,Pesawat berangkat dari Jakarta pukul 14.05 WIB dan tiba di Bandara Adisucipto, Yogakarta pukul 15.05 WIB.”
Pesawat mengalami incident overshoot, pukul 15.05 di Bandara Adisucipto, Yogyakarta. Namun tidak ada penumpang yang cidera, sekalipun ada yang sedikit trauma, dan sudah dievakuasi ke terminal bandara. Seluruhnya berjumlah 161 orang,dan sudah ada yang sudah meninggalkan bandara, ada yang dijemput anggota keluarganya. ” katanya .
Sementara itu, Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisucipto, Mayor (Sus), Hamdi Londong. Menyatakan, meski pesawat dalam keadaan tergelincir, tidak menghambat rute penerbangan pesawat-pesawat yang lainnya.
Sekalipun bandara sempat ditutup selama tiga jam, dan sedikti tiga maskapai penerbangan mengalihkan pendarataan di Bandara Adisumarmo, Solo.
Hal ini dilakukan agar Bandara Adisucipto tetap normal kembali. Hingga kini pesawat dengan nomor penerbangan ID-6380, itu masih di tempatnya, tidak jauh dari lokasi pesawat Batik yang lainnya.Untuk mencegah agar warga tidak mendekat ke badan pesawat, petugas berjaga-jaga, jalan di sebelah timur bandara ditutup untuk semua jenis kendaraan, termasuk wartawan yang hendak meliput hanya dari jarak jauh.
Hal ini dilakukan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Para kuli digital ini harus cukup puas mengambil gambar dari jarak jauh. General Manager Bandara International, Adisucipto, Kolonel (Pnb) Agus Pandu Purnama menyebutkan, ada kemungkinan factor cuaca buruk dan licinnya landasan bandara yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.
Kemungkinan karena Yogya baru saja diguyur hujan, sekalipun tidak begitu deras, sehingga landasan runway agak sedikit licin. Dan semua penumpangnya dalam keadaan sudah mendapat standar pertolongan. Agus mengatakan, seluruh penumpang sudah dievakasi ke terminal B Adisucipto. “ Alkhamdulillah semua penumpang selamat ada beberaayang sedikit shock,” tegasnya. san






