Kembali Ke Index Video


Kasus penggundulan kayu aset desa wisata JTS semoyo Gunungkidul makin heboh ' saling lempar tanggung jawab

Kamis, 17 Maret 2016 | 08:03 WIB
Dibaca: 2423
Kasus penggundulan kayu aset desa wisata JTS semoyo  Gunungkidul makin heboh ' saling lempar tanggung jawab
kawasan ngrahu panas tak lagi sejuk

Patuk-media pastvnews.com, kawasan desa wisata juruk taman sari sudah di kenal sejak 2013 dan kini sudah menjadi desa wisata yang telah mendapat SK pokdarwis dari gunungkidul.

Namun apa yang terjadi  salah satu kawasan yang di lestarikan sebagai penyangga dan sumber air yang di lindungi di tebang dan di gunduli hingga suasana di lokasi pusat air sumber ngrahu tidak sejuk lagi.

Bp ilan salah satu warga dan pengurus desa wisata jts sangat menyayangkan penggundulan pohon bibis yang menjadi pusat air di wonosari semoyo tersebut.

Sedang siwal salah satu tokoh yang sering vokal kontroversi malah mengaku dirinya tidak ikut, padahal semula desa desusnya ikut dalam aksi rapat.

pohon bibis yang di lestarikan sebelum di babat, pernah di shooting TVRI KINI TINGGAL KENANGAN

Sedang Prasojo organiasi pemuda di jonggrang mendapat getah menjadi bagian dari aksi pengkasan liar yang membuah gaduh desa wisata semoyo.

Ketika di kroscek awak media ketua prasojo tidak berada di lokasi tetapi di tanggapi bapaknya bahwa prasojo tidak terlibat.

Lain hal dengan Sutarji, aksi nekat bukan menjadi tanggung jawab pokdarwis sebab jelas pokdarwis melakukan pelestarian sesuai SK yang di dapat dari dinas kabupaten Gunungkidul, jadi itu ilegal dan meresahkan pokdarwis, untuk itu kami sangat kecewa 'kata sutarji 16/3/2016. 

Sementara itu Dukuh wonosari Imam Mujono tidak pernah mendapat informasi atau di ajak musyawarah sehingga sangat kecewa kepada para pelaku penebangan kawasan konservasi dan desa wisata, sebab lokasi titik utama sumber air bersih.

Info yang membuat panas warga itu justru kepala desa semoyo Sihono tahu tetapi malah tidak melarang, sebab aksi di dalam pangkasan ada salah satu saudaranya yakni yang di sebut - sebut inisial Mentik.

'Sihono mengatakan idenya pemangkasan untuk bonsai raksasa, tetapi saya tidak tahu kalau akan berkepanjangan seperti ini.

Lebih lanjut kades yang baru di lantik beberapa bulan ini mengatakan, saya tidak mau ikut terlalu dalam jika di situ ada RW dan RT maka, itu sudah menjadi urusan Dia,    ketika di desak kades yang ikut terlibat ini seolah mengelak dan sudah mendapat restu RT 03 Supar dan RW Indro.Yaa sudah terlanjur mau apa lagi 'pungkas Kades semoyo rabu 16 /3/2016.

Mugiyono pendiri desa wisata juga sangat kecewa sehingga dirinya beberapa hari yang lalu memiliih tidak lewat di lokasi sebagai aksi protesnya.kalau soal PAK RW saya menyangkal jelas tidak mungkin ikut, karena malah saya kompak untuk bersama sama melindungi kawasan desa wisata dan sumber air yang ada. 'papar Mugi via hpnya ketika di hubungi awak media.

Suprih anggota RT 03 jonggrang, ketika kepergok awak media mengatakan saya sebelumnya justru melarang, oleh sebab itu saya dan irut  memasang hurup jawa berbunyi  kala, bahkan demit yang tunggu agar marah maka di tambah agar pohon tidak kuta di pangkas, namun anehnya ada ada yang berpendapat malah demit/penunggu pohon di singkirkan agar mudah di tebang, siap yang benar ? tentu ini salaing lempar

Dengan adanya pemangkasan tidak peduli lingkungan itu, jelas wajah semoyo yang baru membangun citranya sebagai kawasan yang memiliki konservasinya hutan akan meredup.

Apalagi dalam waktu dekat desa semoyo akan ikut lomba hutan dan lomba desa, maka di pastikan saat penilaian akan mendapat nilai minus, bahkan menjadi hal yang sangat  memprihatinkan dan meraih citra jelek bagi pemerintahan desa yang baru saja ada kades baru.

sayang sekali kades baru malah tersandung pohon bibis dalam kawasan wisata yang seharusnya ikut melindungi,seharusnya minimal konsolidasi dengan pengurus desa wisata 'tapi apa yang terjadi ? ' 'tim red




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi