Kembali Ke Index Video


Di Duga Tak Sesuai bestek Jembatan PNPM Mandiri Usai di Resmikan Camat Blesek Alias Jebol

Rabu, 21 Januari 2015 | 18:57 WIB
Dibaca: 3001
Di Duga Tak Sesuai bestek Jembatan PNPM Mandiri  Usai di Resmikan Camat Blesek Alias Jebol
JEMBATAN DI AMBLES DI URUG BATU

Gunungkidul-PASTVNEWS.COM, jembatan PNPM Mandiri 2014 di desa ngoro-oro di padukuhan gembyong kembali menjadi perbincangan masyarakat dan publik, pasalnya hujan deras melanda pertengahan Januari 2015 mampu menggerus badan cor semen hingga ambles tak dapat di lalui kendaraan roda 2 dan 4.

Proyek Jembatan tersebut pernah di kabarkan  di sejumlah media di sunat hingga 30 % meski demikian tetap jalan dan jembatan jadi dan rampung.

Usai peresmian seperti yang tertera di tanda tangani oleh Camat Haryo ambar suwardi justru pasca penyerahan dan di tanda tangai dalam prasasti saat memasuki hujan lebat tengahnya ambles selebar 2,5 kali 4,5 meter.

SISI SAMPING CORNYA RETAK RETAK

Terpantau oleh media cor sepanjang jalan di atas jembatan terutama di sisi kanan dan kiri hingga ujung timur terlihat retak.

Melihat kondisi tersebut, Ketua RT setempat Bapak Wito tinggal di timur jembatan, ia bersama warga, lantas kerja bakti sejak 18 januari kemarin “Wit sapaan akrapnya, menjelaskan, yaa itu memang ambles, sehingga kami gerakan untuk kerja bakti dengan mencari batu untuk menutup yang jemblong agar tidak membahayakan pengguna jalan "kata wito.

COR ATAS SEKITAR 10 CM BAWAHTIDAK ADA BATU HANYA TANAH HINGGA BISA AMBLES, INI DI DUGA TAK SESUAI BESTEK

Lebih lanjut, di ungkapakan, melihat kondisi ini, memang ada perintah di kerjakan selain saya laporkan ke bapak kepala desa dan di respon dengan di antar 1 truk pasir sebagai bagian untuk menambal yang bolong, katanya besuk habis berapa saja akan di ganti, lanjutnya kepada media.

Nah terkait rusaknya hasil kerja, ya karena hujan, kedua karena di sana terutama disisi timur dulu hanya beteng kanan kiri dan tengahnya  kosong hanya tanah serta tidak ada batu dan itu tebalnya sampai sekitar 4 meter, baru di cor paling atas setebal 10 cm, dari ujung barat hingga timur.

prasasti camat

Mau kami yaa di bongkar saja cor atasnya di kasih batu seperti ini sebab bila hanya di tambal ada kemungkinan besar akan ambles lagi, air hujan masih besar kan ? “papar RT tersebut. kalu proyek besar masih ada masa perawatannya dan menjadi tanggung jawab panitia, tapi kalu ini saya tidak tahu, tutupnya.

sejumlah pihak yang juga mengomentari kondisi amblesnya tersebut, kemungkinan ada benarnya menyalahi bestek, terbukti ambles selain di bawah cor hanya urugan tanah, hal ini kemungkinan agar pelaksana ataupun yang memiliki kepentingan, bertujuan dapat untung lebih besar, hal itu pernah heboh ada dugaan oknum perangkat desa menerima bagian, dengan demikian jelas jelas dapat mengurangi kualitas bangunan.

"benarkah ada yang menerima fii,,???, bila benar, maka akan rusak tatanan proyek dan pemdesnya, dan akan berimbas merugikan rakyat, jawaban ya dan tidak, maka mereka lah yang merasa menerima, tentu dapat menjawab di hati masing masing, ataupun justru saling tuding serta tutup mulut dan mengunci agar lebih aman.

Tahun 2015 dan kedepan, tentu desa ngoro-oro akan lebih di sorot publik karena sesuai UU Desa 2014, setiap desa akan mendapat 1 milyar dan akan di jalankan pemerintah, nah setiap desa akan kembali di uji dengan kejujuran dan keterbukaan, sesuai amanat pemerintah pusat.

Terpisah Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi SH. Ketika di kontak media via hpnya, 21 januari malam, Ia kaget atas adanya laporan sehingga akan menuju lapangan, yaa terimakasih infonya besuk saya kesana “pungkasnya menutup tanggapan atas jebolnya sebagian jembatan lengkung di padukuhan gembyong ngoro-oro yang menelan ratusan juta rupiah tersebut. “Tim liputan”




Video Terkait


1 Komentar
salah 1 warga ngoro-oro
Kamis, 22 Januari 2015 | 20:14 WIB
edann,, ketahuan bobroknya setelah pak sagiran wafat, subkhanalloh !!! semoga warga desa di beri kesabaran, yg begituan segera sadar itu salah, dan dosa...
Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi