Kembali Ke Index Video


UPIL DEWO UNIK

Rabu, 10 Agustus 2016 | 06:37 WIB
Dibaca: 2570
UPIL DEWO UNIK
ARINTOKO KETUA PENGENDANG UPIL

Semanu-Pastvnews.com – Nama Upil Dewo untuk masyarakat Gunungkidul sudah tidak asing lagi, karena dengan mendengar kata tersebut, orang langsung berfikir pengrajin kendang yang sudah terkenal di Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul.

Teryata nama Upil Dewo tidak hanya digunakan untuk pengrajin kendang saja, tetapi digunakan untuk nama group campursari, kethoprak dan privat kendang.

Sejarah Upil Dewo bisa dibilang unik, karena nama Upil Dewo muncul pertama kali dari ucapan seorang tambal ban dipinggir jalan di wilayah Kecamatan Semanu.

Arintoko, nama pemilik Upil Dewo menceritakan dengan panjang lebar dirumahnya, Munggi, Semanu, Gunungkidul, Selasa, 09/08/2016, siang.

Muncul nama Upil Dewo pertama kali tahun 1998, ketika itu Arintoko  mempunyai mobil tua mini cap L100 tahun 80an, yang sering bocor bannya. Karena seringnya bocor, maka tukang tambal ban membukanya,teryata banyak ditemukan kerak dalam ban tersebut.

 Kemudian secara spontan mengatakan, glo enek upil dewone, (ini ada upil dewanya), kata tukang tambal ban tadi, yang diceritakan lagi oleh Arintoko.

Kemudian Arintoko juga berfikir dalam benaknya,  apa lewat nama ini yang akan melancarkan  Rizkinya,,,, kemudian mobil tua itu dibrending dengan nama Upil Dewo.

Dengan berjalanya waktu nama Upil Dewo digunakan untuk nama group campursari dan kethoprak dan mulai tahun 2003 digunakan untuk nama pengrajin kendang yang sampai sekarang terkenal di wilayah Gunungkidul, bahkan diluar Gunungkidulpun banyak yang mengagumi kendang buatan Upil Dewo.

Mulai mengajarkan mengendang kepada siswa Upil Dewo mulai tahun 2004 sampai sekarang sudah menelurkan ratusan siswa yang sudah menjadi pengendang handal dan mahir.

Upil Dewo membuka privat kendang kepada masyarkat, dari kalangan anak TK sampai dewasa, namun kebanyakan peminatnya  dari kalangan anak-anak, dari TK, SD, SMP, dan SMU/K.

Jebolan siswa Upil Dewo sudah bisa pentas dimana-mana, dari wilayah Gunungkidul sampai masuk di media televisi, bahkan ada yang pentas sampai ke luar negeri.

Tidak terasa nama Upil Dewo yang tadi keluar dari mulut seorang tukang tambal ban, sekarang bisa tenar dan besar yang bisa mencetak generasi muda untuk berkarya, berkreasi dibidang seni, ini merupakan salah satu asset  kebanggaan Gunungkidul yang perlu diperhatikan oleh pemerintah karena termasuk pelestari budaya.

“sampai sekarang tukang tambal ban itu belum tahu bahwa cetetukan katanya tak pakai sampai sekarang,” kata pemilik sanggar Upil Dewo sambil sesekali menghisap rokok Gudang Garamnya.

Yang unik lagi semua kegiatan yang dijalankan Arintoko, baik mengendang, main kethoprak, maupun  menjadi pengrajin kendang tidak ada guru yang mengajarinya, semua hanya dengan otodidak, seperti sudah ada yang nuntun sendiri.

“saya tidak pernah berguru kepada siapapun, saya sendiri juga heran, seperti sudah ada yang nuntun,” kata jebolan STM ini mengakhiri pembicaraanya. W. Joko Narendro

 

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi