Puncak Batara Sriten menawan, tapi jalanya “njelehi”
Senin, 5 September 2016 | 09:39 WIBNglipar Media Pastvnews.com, Setelah beberapa waktu yang lalu populer dengan embung Nglanggeran , kali ini Embung Sriten siap mencuri perhatian baik kaum muda ataupun kaum tua. Embung yang diresmikan di tahun 2015 oleh Sri Sultan Hamengkubuono X ini sebenarnya untuk penampungan air hujan untuk irigasi pertanian juga sekaligus menjadi obyek wisata yang menarik.
Tak heran banyak sekali kalangan muda yang bertandang ketempat ini, view nya yang menawan, lumayan buat foto-foto.
Embung Sriten yang terletak di Batara ini terletak di Dusun Sriten, Pilangrejo, Nglipar,Gunungkidul, Yogyakarta. letaknya yang berada di perbukitan Batur Agung bagian utara inilah yang menjadikan view ditempat ini begitu mengagumkan.
Jika sampai dipuncaknya, bisa melihat Wonosari, kota klaten, dan Rawa Jombor dan Waduk Gajahmungkur yang ada di Wonogiri dengan mata telanjang.
Karena indahnya pemandangan, tidak hanya kaum muda mudi yang berkunjung ketempat itu, tapi kalangan orang tua pun banyak yang datang kesana.
Seperti Sugiman, 60 tahun, mereka datang, Minggu,04/09/2016 siang, dari Kecamatan Gedangsari rombongan jalan kaki sekitar 50 orang, hanya ingin melihat Embung Sriten, Pilangrejo.
“ya penasaran saja, ingin melihat embung disini, dengan jalan kaki rombongan sekitar 50 orang baik yang tua maupun muda. Perjalanan saya tempuh 2 jam dari Gedangsari,”tutur Sugiman.
Menurut Sugiman, pemandangannya cukup menawan, hanya masalah jalan yang sangat jelek sekali, walaupun ia dan rombongan hanya jalan kaki, tetapi bisa melihat pengendara sepeda motor yang lewat pasti sangatlah susah.
Hal senada juga diungkapkan Wiwit,21thn dan Ayu, 22thn, asal Sukoharjo yang sengaja datang ke Sriten untuk melihat pemandangannya yang bagus. Ia mengeluhkan masalah jalan yang sangat susah, karena hanya batu-batu dan nanjaknya tinggi, belum petunjuk jalan yang kurang.
“kalau pemandangannya cukup bagus mas, sayangnya jalanya “njelehi” belum petunjuk jalan yang sangat minim, untung saya pakai JBS,” keluh Wiwit yang di iyakan Ayu.
Menanggapi masalah akses jalan yang sangat sulit, Kepala Desa Pilangrejo mengatakan, Minggu, 04/09/2016 siang, kalau jalan memang sudah diusulkan ke propensi, tinggal menunggu hasilnya tahun 2017 nanti.
“Kita sudah membuat proposal ke propinsi lewat pemerintah Kabupaten Gunungkidul, supaya diutamakan pembangunan inprastruktur jalan menuju ke Embung Sriten, ya kita tunggu saja nanti realisasinya tahun 2017,”tuturnya. W. Joko Narendro





