MUSEUM BAHARI YOGYAKARTA NENEK MOYANGKU ORANG PELAUT
Senin, 7 November 2016 | 09:15 WIB
Sebagaimana diungkapkan, Serma TNI-AL Sukro, museum Bahari didirikan untuk melengkapi berbagai museum yang sudah ada di Yogyakarta. Di samping itu menanamkan jiwa dan rasa cinta laut generasi muda.
Museum ini didesain untuk memudahkan pengunjung dalam mengetahui dan memahami seluk beluk yang berkaitan dengan kelautan, terutama bagi generasi muda maupun masyarakat umum.” terang Sukro.

Berangkat dari keprihatinan itulah, Yosafat kemudian mendirikan museum sebagai sarana edukasi dan pengetahuan tentang kemaritiman di Indonesia maupun tentang kelautan internasional.
Museum Bahari yang terletak di jalan RE Martadinata No. 69 Wirobrajan, Yogyakarta berdiri 25 April 2009.Hingga saat ini dikelola oleh Paguyuban Tri Sekar Lestari dan Lanal TNI AL Yogyakarta.
Untuk memudahkan pengunjung menikmati secara lengkap musuem, museum Bahari Yogyakarta dilengkapi empat ruang, al, ruang anjungan, audi visual, dan ruang koleksi dan souvenir.Melengkapi isi museum, sebagaimana diungkapkan, Sukro, benda-benda koleksi museum berasal dari koleksi pribadi pada saat masih berdinas di TNI AL, dan sumbangan dari rekan-rekan kerja pemilik museum.
Di ruang koleksi dan souvenir terpampang foto perjalanan karier pemilik museum, dari jenjang taruna hingga menduduki posisi d jajaran TNI AL.” Ini peraga pakaian penerbang merupakan pemberian teman seangkatan di taruna, yang kebetulan sama-sama menduduki penting dijajaran TNI, Pak Didik di TNI-AL, sedangkan temannya di TNI AU,” tutur Sukro.
Berbagai koleksi di antaranya, senjata meriam, bom laut, terpedo,ranjau laut, radar,sonar,kompas magnet, GPS (Global Position Syestem),liferalt,teropong, sextant,kemudi kapal,miniature berbagai jenis kapal perang,miniature pesawat terbang TNI Al, kelengkapan dan tanda pangkat di jajaran TNI-AL,radio telekomunikasi,peta dunia,alat penyelam dsb.
Museum Bahari Yogyakarta, buka setiap hari, pukul 08.30 – 15.30, Khusus hari libur nasionl, museum ini bisa buka atau tutup tergantung kondisi.
Untuk melihat dan menikmati berbagai koleksi , pengunjung hanya dikenai biaya tiket masuk sebesar Rp. 2.000,- per orang. Sedangkan rombongan terlebih dulu memberi tahu lewat surat terlebih dulu.Isan Riyanto.





