Breaking:

Kembali Ke Index Video


WUICH FESTIVAL GUDEG DI SITUS TAMANSARI KRATON

Kamis, 24 Desember 2015 | 12:41 WIB
Dibaca: 2086
WUICH FESTIVAL GUDEG  DI SITUS TAMANSARI KRATON
FESTIVAL GUDEG DAN MAKANAN

JOGJAKARTA-PASTVNEWS.COM, TIGA ribu lima ratus  nasi gudeg dalam sekejap habis  ludes diserbu pengunjung  di kawasan wisata Tamansari, Yogyakarta.  Nasi bungkus dengan lauk  gudeg,telur dan daging  dengan harga   Rp. 3.000,- per bungkusnya  ludes di serbu pengunjung yang  sore  itu hadir meramaikan acara Festival Gudeg  Tamansari, Yogyakarta.

 Yogyakarta yang indentik dengan makanan bercita rasa khas, gudeg, semakin menambah  percaya diri, jika  pengunjung  atau  wisatawan tidak menikmati  sajian  gudeg yang tersebar di  22  stan dalam Festival Gudeg  Tamanasari.

Dalam sambutan,Kepala Dinas  Pariwisata  DI Yogyakarta, Ir.  Aris  Riyanta, M.Si menyatakan Festival Gudeg  Tamansari yang dikemas dalam Festival tersebut  merupakan kerja sama antara Dinas Pariwisata  DIY dengan  Semar  Production dan  kampung Tamansari, Paguyuban Gudeg Gudeg DIY.

Event Festival  Wisata Budaya Tamansari,merupakan  program  aktualisasi seni budaya, untuk  mendukung  kepariwisataan DIY, yang didanai  melalui anggaran  “Dana Kesitimewaan”  dan   event yang baru pertama kali diselenggarakan.

Harapan jika berhasil akan diagendakan  sebagai  event  tahunan , sehingga  selain menghidupkan  wisata  di Yogyakarta  juga menarik  wisatawan berkunjung di Yogyakarta.

Dengan  diselenggarakan  festival kami  berharap agar  menjadi agenda    rutin  sajian  bagi wisatawan yang berkunjung di obyek  wisata Tamansari,” ungkapnya. Menurutnya, sejak dipugarnya situs  budaya,  baru pertamakali diselenggarakan Festival Gudeg Tamansari  I, Tamansari  sebagai situs budaya  merupakan  bekas pemandian raja-raja  Mataram.  

Untuk mendukung  Festival Gudeg Tamansari  I tersebut diadakan masak gudeg  bersama yang diikuti  sebanyak 22 pengusaha gudeg. Sedangkan  acara pendukung diantara Tari Golek  Keraton ( Yogya),  Tari Banjar ( Kaltim),Yapin (Melayu), Tari Ligo Pulo (Aceh),  Magiastra  Musik,  Prawiro Akusti,  Orkestra ISI,  Angklung  Simpony (Danger  Estrala di diakhir   pementasa wayang kulit  dalang Ki Bowo Edan.

Sementara itu, Ketua   Paguyuban  Pengusaha Gudeg Yogya, menyatakan  makanan khas yang sudah turun temurun tersebut  diharapan dapat lestari dan menjadi makanan khas   asal Yogyakarta.

Lewat  festival  gudeg yang pertama kali digelar ini,kami  berharap gudeg  semakin dikenal dan menjadi salah satu unggulan  kuliner  bagi wisatawan  yang pernah  datang  ke Yogya.” Papar Moersa. 

Moersa juga  berharap, kepada    Dinas  Pariwisata  DIY, agar setiap  event Paguyuban  Gudeg agar dilibat dalama menunjang  industri wisata,  sehingga makanan khas Yogya ini tidak saja  dikenal di Yogya dan sekitarnya namun sampai ke mancanegara. isan      

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi