WUICH FESTIVAL GUDEG DI SITUS TAMANSARI KRATON
Kamis, 24 Desember 2015 | 12:41 WIB
JOGJAKARTA-PASTVNEWS.COM, TIGA ribu lima ratus nasi gudeg dalam sekejap habis ludes diserbu pengunjung di kawasan wisata Tamansari, Yogyakarta. Nasi bungkus dengan lauk gudeg,telur dan daging dengan harga Rp. 3.000,- per bungkusnya ludes di serbu pengunjung yang sore itu hadir meramaikan acara Festival Gudeg Tamansari, Yogyakarta.
Yogyakarta yang indentik dengan makanan bercita rasa khas, gudeg, semakin menambah percaya diri, jika pengunjung atau wisatawan tidak menikmati sajian gudeg yang tersebar di 22 stan dalam Festival Gudeg Tamanasari.
Dalam sambutan,Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, Ir. Aris Riyanta, M.Si menyatakan Festival Gudeg Tamansari yang dikemas dalam Festival tersebut merupakan kerja sama antara Dinas Pariwisata DIY dengan Semar Production dan kampung Tamansari, Paguyuban Gudeg Gudeg DIY.
Event Festival Wisata Budaya Tamansari,merupakan program aktualisasi seni budaya, untuk mendukung kepariwisataan DIY, yang didanai melalui anggaran “Dana Kesitimewaan” dan event yang baru pertama kali diselenggarakan.
Harapan jika berhasil akan diagendakan sebagai event tahunan , sehingga selain menghidupkan wisata di Yogyakarta juga menarik wisatawan berkunjung di Yogyakarta.
Dengan diselenggarakan festival kami berharap agar menjadi agenda rutin sajian bagi wisatawan yang berkunjung di obyek wisata Tamansari,” ungkapnya. Menurutnya, sejak dipugarnya situs budaya, baru pertamakali diselenggarakan Festival Gudeg Tamansari I, Tamansari sebagai situs budaya merupakan bekas pemandian raja-raja Mataram.
Untuk mendukung Festival Gudeg Tamansari I tersebut diadakan masak gudeg bersama yang diikuti sebanyak 22 pengusaha gudeg. Sedangkan acara pendukung diantara Tari Golek Keraton ( Yogya), Tari Banjar ( Kaltim),Yapin (Melayu), Tari Ligo Pulo (Aceh), Magiastra Musik, Prawiro Akusti, Orkestra ISI, Angklung Simpony (Danger Estrala di diakhir pementasa wayang kulit dalang Ki Bowo Edan.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pengusaha Gudeg Yogya, menyatakan makanan khas yang sudah turun temurun tersebut diharapan dapat lestari dan menjadi makanan khas asal Yogyakarta.
Lewat festival gudeg yang pertama kali digelar ini,kami berharap gudeg semakin dikenal dan menjadi salah satu unggulan kuliner bagi wisatawan yang pernah datang ke Yogya.” Papar Moersa.
Moersa juga berharap, kepada Dinas Pariwisata DIY, agar setiap event Paguyuban Gudeg agar dilibat dalama menunjang industri wisata, sehingga makanan khas Yogya ini tidak saja dikenal di Yogya dan sekitarnya namun sampai ke mancanegara. isan


