Kembali Ke Index Video


Pwnu DIY Launching Koin Untuk Muktamar 2020

Minggu, 9 Februari 2020 | 08:20 WIB
Dibaca: 91
Pwnu DIY Launching Koin Untuk  Muktamar 2020
NU LOUNCHING KOJN UNTUK MUKTAMAR 2020

Sleman-Media online Pastvnews.com - Lintas Sosial Keagamaan - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) D.I Yogyakarta melaunching koin untuk Muktamar NU tahun 2020, berlangsung dan bertepatan dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) 2 massa hikmat PW NU ini 2017/2020, yang berlangsung di Pondok  Pesantren Assalafiyah Mlangi Donotirto Gamping Sleman, Sabtu (8/2).

Awak mdia Pastvnews di Lokasi Miskerwil ini, melaporkan launching koin untuk Mukamar NU ini dilakukan oleh beberapa kiai (ulama) dengan cara aksi mengisi koin yaitu diantaranya Mutasyar PW NU DIY KH. Drs Ashari Abta MPdI,  Syuriah PW NU KH. Mas'ud Masduki.

Syuriah PC NU Kabupaten Bantul KH Drs. Damanhuri dan para Syuriah ormas Isam ini dari Gunungkidul, Sleman, Kulonprogo dan Kota Yogyakarta.

Menurut KH.Ashari Abta,  dengan dilaunchingnya koin ini dimaksudkan untuk mengawali adanya aksi (gerakan) mengisi koin NU di tengah masyarakat di tingkat ranting (kelurahan), MWC (Kecamatan) hingga PC (Kota/Kabupaten) serta PW (Propinsi) untuk digunakan penyelenggaraan Muktamar NU 2020.

Pada kesempatan ini, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asek Bidang Hukum Pemerintah dan Politik DIY, Sumadi SH.MH, menyatakan, NU yang merupakan ormas Islam terbesar telah banyak berjasa dan berperan kepada nusa bangsa dan negara Indonesia.

Hal itu berkat NU dalam berdakwah mampu menyatukan agama dengan cultur dan budaya bangsa di tengah masyarakat. Bahkan NU juga mempunyai prinsip bahwa hubbul wathon minal iman (membela tanah air bagian dari iman. 

NU selama ini telah nyata sebagai ormas yang kuat dalam berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila.

Sementara itu, Rois Syuriah PW NU DIY, KH Masud Masduki dalam Khutbah Iftitah (pidato pembuka)-nya menyatakan, NU  memerlukan dan harus melakukan kaderisasi, mengembangkan berbagai usaha dan mampu tampil di semua tingkatan.

Warga NU (nahdziyin) harus membesarkan NU dan jangan hanya menjadikan NU sebagai kuda tunggangan.

Salah satu wujud nyata yang harus dikembangkan oleh NU DIY dan kini telah dilakukan diantaranya  didiriakannya Universitas NU Yogyakarta (di Yogyakarta) dan Rumah Sakit NU di Kulonprogo", ungkap Masud Masduki.

Muskerwil II ini berlangsung sehari diikuti oleh Pengurus PW NU DIY, dan utusan PC serta MWC se-propinsi ini. Diharapkan mampu membuat sekaligus melaksanakan program kerja yang nyata.’pardi ,




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi