Kembali Ke Index Video


Mencegah Kebocoran Pertamina Sosialosasi Penggunaan LPG Yang Aman

Sabtu, 30 Maret 2019 | 21:12 WIB
Dibaca: 56
Mencegah Kebocoran Pertamina Sosialosasi Penggunaan LPG Yang Aman
PERTAMINA SOSIALISASIKAN PENGGUNAAN LPG YANG AMAN

Bantul - Media online Pastvnews.com warta  lintas sosial, ebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Wilayah Jawa Tengah dan DIY.

BUMN ini menyelenggarakan kegiatan sosialisasi penggunaan LPG yang aman, diikuti oleh para ibu rumah tangga dan PKK serta perwakilan Karang Taruna di  aula Desa Argomulyo Sedayu Bantul DIY, Sabtu (30/3).

Bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberitahukan dan mengingatkan kembali masyarakat konsumen harus lebih berhati-hati dalam menggunakan LPG", demikian penjelasan Unit Manager Communication & CSR  Pertamina  MOR IV, Andar Titi Lesatari, dalam sosialisasi ini.

Menurutnya, meskipun produk LPG telah beredar dan dijual di masyarakat sejak lama, namun Pertamina sebagai produsen tetap berupaya agar masyarakat selalu aman dalam mengkonsumsi (mempergunakannya).

Ini juga untuk memastikan bahwa LPG yang beredar telah sesuai dengan standar produksi yang ketat dan teruji. Para pengunanya juga tetap harus memastikan dari segi penempatan produk ini dilihat dari segi keamanan dan kebersihan. Khususnya lagi keamanan pada regulator, selang dan kompor.

Agar aman dalam mempergunakannya  tabung, regulator dan selang sesuai dengan Standard Nasional Indonesia (SNI), maka tempatkanlah tabung LPG di tempat yang datar dan ruangan yang berserkulasi udara yang baik", tambahnya.

Lebih jauh dijelaskan, selang harus terpasang erat dengan 'klem' pada regulator. Pasang regultor pada tutup tabung LPG. Posisi 'knob' regular mengarah ke bawah. Pastikanlah regulator tidak dapat terlepas dari katup tabung LPG.

Pastikan selang tidak tertindih ataupun tertekuk. Apabila serangkaian itu telah dilakukan, maka kompor LPG aman untuk dipergunakan.

Tanda - tanda kebocoran

Tanda-tanda kebocoran biasanya ditandai oleh bau khas LPG dari zat khusus bernama 'zat marchaptan', terdapat suara desis. Jangan nyalakan api atau listrik, lepaska regulator dan bawalah tabung ke tempat terbuka. Selain itu buka pintu dan jendela untuk serkulasi udara.

Apabila terjadi kebakaran, padamkan api dengan mempergunakan karung  goni (kain) basah ataupun alat pemadam api.

Lepaskanlah regulator dari tabung LPG dan segera bawa tabung ke tempat terbuka serta jauh dari lokasi kebakaran.

Jika terjadi kerusakan dan kemacetan dan gas belum keluar, maka segera tukarkan tabung ke agen atau pangkalan ataupun toko LPG terdekat.

Janganlah sekali kali mencoba memperbaiki sendiri mempergunakan benda tajam, misal obeng atau pisau.

Menjawab pertanyaan ketersediaan LPG di Kabupaten Bantul, Andar Titi Lestari mengatakan, kini LPG di Bantul sebanyak 30.356 MT atau setara dengan 9.615.081 tabung di tahun 2018.

Jumlah ini meningkat sebesar 6 persen dibanding tahun 2017 seiring dengan akan peningkatan kebutuhan masyarakat.

Sosialisasi ini juga diharapkan untuk menjalin kemitraan dengan UMKM. Dimana para pelaku UMKM bisa menjangkau akses pinjaman modal perbankan. PT Pertamina akan memberikan solusinya ’Supardi




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi