Kembali Ke Index Video


Nyaris Tidak Ada sumur, Rongkop Gunungkidul Alami Kesulitan Air Sejak Maret

Jumat, 30 Agustus 2019 | 09:33 WIB
Dibaca: 115
Nyaris Tidak Ada sumur, Rongkop Gunungkidul Alami Kesulitan Air Sejak Maret
WARGA DAPAT BANTUAN AIR BERSIH

Gunungkidul – media pastvnews.com, kasus kekurangan air bersih di setiap musim kemarau di Gunungkidul selalu kita terdengar  hingga ada keluhan dan permintaan air bersih untuk warga.

Kekeringan ini terjadi di berbagai kecamatan hingga masuk ke desa desa, seperti Kecamatan Rongkop misalkan yang masuk wilayah paling timur Kabupaten Gunungkidul berberbatasan dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah juga tak luput dari  sorotan media karena air kian di butuhkan oleh  warga setempat

Sementar itu apabila anda pernah melintas terutama saat musim kemarau, sejauh mata memandang maka akan disuguhi pemandangan berupa perbukitan dan bebatuan yang memenuhi areal persawahan serta pepohonan jati yang daunnya sudah mengering.

Barangkali kondisi geografis yang kurang menguntungkan inilah yang membuat angka kepadatan penduduk di Kecamatan Rongkop relatif kecil atau sebesar 29.898 per tahun 2018 dengan luas wilayah 83,46 km persegi.

Saat musim kemarau, masyarakat Rongkop yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani harus terpaksa menganggur karena ladang yang dimiliki tidak lagi ada air mengalir, bahkan di musim hujan sekalipun kadang dalam setahun hanya panen satu kali.

“Kalau sudah seperti ini tinggal singkong sama pohon jati yang bertahan, sebagian warga juga sudah merantau ke kota Jogja atau ke Solo jadi buruh bangunan,” ujar Esdianto warga Desa Melikan, Kecamatan Rongkop saat diwawancarai, Rabu (28/8).

Esdianto menambahkan, sejak bulan Maret air mulai sulit, saat ini setiap Kepala Keluarga (KK) sudah membuat Penampungan Air Hujan (PAH) yang dapat menampung air kurang lebih satu truk tangki 6.000 liter. Ada PAM milik kabupaten yang sumbernya di Wonosari tetapi airnya belum merata.

“Berkali-kali masyarakat disini membuat sumur bor atau sumur galian tidak ada yang berhasil akhirnya tidak diteruskan, sebelumnya juga pernah diteliti di kedalaman 200 meter pun katanya juga tidak ada airnya,” tambahnya.

Di beberapa kasus, tidak sedikit warga akhirnya memilih menjual hasil ternak mereka untuk kebutuhan sehari-hari serta digunakan membeli air dari tangki swasta

Melihat keadaan tersebut Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY secara rutin melakukan dropping air bersih di wilayah terdampak kekeringan di Gunungkidul, salah satu yang menjadi fokus perhatian adalah Kecamatan Rongkop- Gunungkidul.

Dalam dua hari ini kurang lebih sebanyak 48.000 liter air didistribusikan untuk Kecamatan Rongkop, salah satunya di Desa Melikan. Kita mengisi penampungan air untuk masjid dan penampungan umum milik warga,” ujar Naufal, relawan MRI yang turut mendistribusikan air bersih di Rongkop, Gunungkidul, Rabu (28/8). “dinact/tim red




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi